IG @ayo.kesumbarFollow Instagram Ayokesumbar

Model Bisnis Usaha Wisata Kuliner Dan Belanja

Ayokesumbar.com – Pada hari jum’at 11 mei 2018 Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja kementerian pariwisata RI mengadakan bimtek di salah satu hotel di Sumatera Barat. Dengan adanya acara ini Kemeterian Pariwisata berharap bisa mengembangkan wisata kuliner dengan baik di Sumatera Barat.

Acara yang berlangsung kata sambutan dari bapak Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat dan sekaligus sambutan dan pembukaan acara oleh bapak Hengki Asisten Deputi Bidang perkembangan destinasi pariwisata.

Acara yang berlansung yang disampaikan oleh ibuk Ravita dan ibu Maya selaku ketua tim wisata kuliner dan belanja, beliau menyampaikan tetang bagaimana cara masyarakat bisa meningkatkan wisata kuliner di Sumatera Barat, dan juga ada beberapa yang disampaikan oleh ibu Ravita yang bisa kita pahami dengan baik.

Alur paparan

1. Strategic Situation Analysis (SSA)

2. Strategic Formulation (SF)

3. Strategic Implementation (SI)

4. Building – Usaha Wiskulja

Namun, dalam hal ini beliu juga menyampaikan tentang Distribusi Pengeluaran Wisman ke Indonesia Tahun 2016. Pengeluaran Wisatawan untuk Kuliner dan Belanja adalah 30 % dari Total Pembelanjaan
.
Tahun 2017, tercatat devisa sektor Pariwisata sebesar Rp. 182 Trilyun dan kontribusi Pariwisata Kuliner Belanja Rp. 54,6 Triliun
.
Target tahun 2018, Pariwisata menyumbangkan devisa sebesar Rp. 223 Trilyun dan Pariwisata Kuliner dan Belanja Rp. 66,9 Triliun.

Bukan itu saja buk Ravita juga menyampaikan tentang target wisman dan wisnu kuliner dan belanja tahun 2016-2019 (dalam orang). Bukan sampai sini beliau juga menjelaskan tentang SWOT Matrix, Top 3 & Strategic.

Langkah selajutnya disampaikan oleh ibu Maya juga selaku ketua tim wisata kuliner dan belanja, dalam pembahasan yang disampaikan oleh ibu Maya tentang Strategic Implementation : Program Wiskulja. Dalam hal ini 10 Destinasi Unggulan Wisata Kuliner Belanja ,antaranya Batam, Jakarta, Labuan Bajo, Makasar, Bali, Danau Toba, Mandalika, Tj Kelayang, Padang, Payakumbuh.

Dan juga Jenis Aktivitas Wisata Kuliner (Gastronomi) & Wisata Belanja.

1.Menikmati kuliner.

2.Jamuan makan.

3.Festival kuliner & belanja.

4.Mempelajari kuliner.

5.Belajar menenun, membatik, dll.

6.Tes makanan dan minuman

7.Mengunjungi pabrik.

8.Kompetisi kuliner & belanja.

9.Mengunjungi perkebunan, pertanian, perikanan.

10.Mengunjungi UKM (home industry)

11.Belanja kuliner sebagai oleh-oleh.

12.Window Shopping

Dalam kesempatn ini juga ada narasumber dari Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir bapak Dedy, dan juga beliau meyampaikan tentang PEMBIAYAAN KOPERASI DAN UMKM.

APA ITU LPDB?

LPDB-KUMKM merupakan satuan kerja Kementerian Koperasi dan UKM di bidang pembiayaan yang mengelola dana bergulir untuk perkuatan permodalan bagi Koperasi dan UMKM. Beberapa program sinergi yang dilakukan LPDB dengan Institusi dalam rangka memperluas Akses permodalan KUMKM, salah satunya adalah.

1. Lembaga pejaminan: Sosialisasi + Bimbingan Teknis + Mapping Potensi + Proses Akuisisi dalam rangka Penjaminan – Koperasi + UKM berkualitas yang siap menjadi mitra LPDB (sedang proses penyelesaian juknis)

Dan tarif maksimal pembiayan LPDB-KUMKM Adalah

1. 4,5 % NAWACITA (5 – 10 TAHUN) Pertanian,Perikanan Perkebunan

2. 5% SEKTOR RIIL (5 – 10 TAHUN)Koperasi/UMKM sektor Manufaktur, Kerajinan, Industri Kreatif

3.7% SIMPAN PINJAM (3 – 5 TAHUN)

4. 70-30% KSP/KSPPS PRIMER DAN SEKUNDER.

REKOMENDASI

1. LPDB-KUMKM telah melakukan PKS dengan Dinas Koperasi dan UMKM Tingkat Provinsi di seluruh Indonesia. Diharapkan Dinas Provinsi segera melakukan koordinasi ke Dinas Kabupaten/Kota di wilayahnya.

2. LPDB-KUMKM berharap agar Dinas Kabupaten/Kota mengajukan 2 (dua) Koperasi dan 5 (lima) UMKM yang potensial untuk diajukan ke LPDB-KUMKM.

3. LPDB-KUMKM juga telah melakukan PKS dengan Perusahaan Penjaminan (PT Jamkrindo dan Jamkrida diseluruh Indonesia), agar kendala kolateral yang menghambat dapat dihilangkan, sekaligus kantor cabang PT Jamkrindo dan Jamkrida dapat digunakan sebagai unit Layanan pengajuan proposal.

4. Target dana LPDB-KUMKM sebesar Rp.1,2 Trilyun, kami harapkan peran Dinas Koperasi dan UMKM baik Provinsi/Kabupaten/Kota dapat membantu mensosialisasikan hal ini agar guliran dana tersebut dapat membantu capaian kinerja Dinas dalam hal pembiayaan KUMKM (Kadis kreatif Kepala Daerah akan bangga).