IG @ayo.kesumbarFollow Instagram Ayokesumbar

Padang Panjang Siapkan Beberapa Event Untuk Menarik Pelancong

Padang Panjang – Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, menyiapkan 21 kegiatan dalam kalender wisata pada 2018 sebagai upaya untuk menarik pelancong berkunjung ke kota perlintasan itu.

Pemkab Padang Panjang, Sumatera Barat merencanakan beberapa event dalam kalender wisata pada 2018 dalam rangka menambah daya tarik pelancong ke kota tersebut.

Dalius, selaku Sekretaris Dinas pariwisata Padang Panjang saat ditemui mengatakan beberapa event telah disiapkan untuk tahun 2018 ini. Diantara event tersebut yaitu Temu Penyair se-Asia Tenggara pada Mei 2018, Festival Budaya Daerah pada Agustus 2018, Festival Serambi Mekah pada September 2018 dan Peringatan Hari Jadi Kota pada Desember 2018.

“Masih banyak even lainnya yang masih dalam penentuan jadwal karena bekerja sama dengan pihak lain seperti Festival Burung Berkicau dan Festival Otomotif. Pelaksanaannya diupayakan dibagi di setiap bulan,” ujarnya.

Dalius berharap, melalui event-event tersebut daerah ini bisa menjadi tujuan yang selalu disenggahi pengunjung.

“Kami punya moto Padang Panjang sebagai gerbang Minangkabau. Sebelum wisatawan ke daerah lain, mereka mesti mampir dulu ke sini karena selain kegiatan pariwisata juga ada dokumen mengenai Minangkabau di PDIKM. Kenali dulu Minangkabau sebelum menjelajah daerah lainnya,” katanya.

Dalius juga menyebutkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Padang Panjang selalu meningkat tiap tahunnya. Pada 2016 silam jumlah wisatawan sebanyak 418.000 orang meningakt menjadi 526.000 wisatawan pada 2017.

Sementara 2018 ditargetkan menjadi 600.000 kunjungan wisatawan dengan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata sebesar Rp.500 juta.

“Setiap tahun ada peningkatan target dari realisasi tahun sebelumnya. Di 2017 realisasi PAD pariwisata mencapai Rp300 juta sehingga tahun ini ditarget naik jadi Rp500 juta,” kata Dalius.

Penyumbang terbesar pendapatan di bidang pariwisata yaitu pajak dari rumah makan dan hotel diikuti dua objek wisata berbayar daerah itu yaitu Lubuk Mata Kucing dan Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM).(Antaranews Sumbar)