IG @ayo.kesumbarFollow Instagram Ayokesumbar

Solok Promosi Wisata Alam Lewat Lomba ‘Membajak Sawah’

Solok – Pemerintah Kota Solok Sumatera Barat (Sumbar) menggelar lomba membajak sawah menggunakan traktor tangan atau “basikakeh roda basi” untuk mempromosikan wisata alam daerah itu. Lomba tersebut dimeriahkan dengan dua permainan tradisional anak nagari yakni lomba pacu “upiah” atau menarik pelepah pinang dan “batuang gilo” atau bambu gila.

Kepala Bagian Humas Kota Solok, Nurzal Gustim di Solok menyebutkan lomba menarik pelepah pinang ini merupakan permainan anak nagari. Adapun bentuk permainannya, satu orang menarik upiah atau pelepah pinang yang diatasnya duduk satu anak lain dengan lintasan lumpur sawah.

Satu ronde diikuti oleh tiga tim yang berpacu sampai finish. Pemenang dari perlombaan ini adalah tim yang tercepat sampai di finishtanpa terjatuh dari pelepah pinang yang diduduki rekan timnya.

Sedangkan permainan “batuang gilo” dimainkan oleh beberapa otang yang memegang batang bambu, dengan satu pendendang atau pemusik yang memberi arah atau mantra agar bambu menjadi berat, liar dan tidak bisa dikendalikan.

Para pemuda yang menjadi peserta berupaya keras memegang batang bambu yang sudah dimantra dan berusaha mengangkatnya, namun mereka kesulitan karena batang bambu menjadi berat dan liar sehingga tidak bisa dikendalikan.

Selain itu, ada juga loma pacu “baluik” atau pacu belut dan “silek tuo” atau silat tua di atas lumpur.

“Tujuan permainan anak nagari ini sebenarnya untuk mengingatkan masyarakat selalu mensyukuri nikmat Allah SWT, dan agar semakin percaya dengan kekuasaan Tuhan,” kata Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Solok, Rusli Khatib Sulaiman dikutip dari antarasumbar.

Perlombaan ini digelar di sawah yang berlumpur agar tidak ada yang terluka saat terjatuh, namun yang paling penting adalah untuk mengingatkan bahwa hasil panen yang melimpah adalah karunia Allah SWT yang harus disyukuri.(antarsumbar)