Nagari Sulik Aia

Nagari Sulit Air yang terletak di bagian utara Kabupaten Solok tepatnya di Kecamatan X Kot Diatas, Kabupaten Solok ternyata menyimpan sumber daya alam yang sangat menjanjikan. Tidak saja kaya dengan bahan tambang, di nagari Sulit Air juga menjanjikan pesona alamnya untuk dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata.

“Potensi wisata dinagari kami memang cukup menarik untuk dikunjungi, salah satunya Gunung Merah Putih dengan jonjang seribunya.” Ungkap Rainal Rais tokoh perantau masyarakat Sulit Air ketika mengadakan gotong royong bersama membersihkan lokasi objek wisata yang kini terus dikembangkan dinagari tersebut.

Rainal Rais didampingi tokoh perantau lainnya juga mengatakan, ternyata merawat objek wisata merupakan hal yang lebih sulit ketimbang membangun objek wisata itu sediri. Dan dalam rangka adanya agenda pulang basamo Forum Komunikasi Pangka Titi yang merupakan wadah berkumpulnya para lanjut usia asal nagari Sulit Air ini, menurut Rainal Rais diadakan kerja bakti berupa gotong royong membersihkan Jonjang Seribu di Gunung Merah Putih.

Menelisik potensi obejk widsata yang ada di nagari Sulit Air, Rainal Rais mengatakan, sebetulnya tidak saja Gunung Merah Putih dengan Jonjang Seribunya yang ada di nagari Sulit Air. Namun potensi objek wisata lainnya dan tidak kalah menariknya untuk dikunjungi di nagari Sulut Air juga terdapat tiga air terjun yang letaknya berdekatan serta panurama lembah yang sangat indah.

Namun objek wisata di nagari Sulit Air ini masih dikelola oleh nagari dan masih perlu terus dikembangkan termasuk membangun akses jalan ke lokasi objek wisata agar pengunjung lebih nyaman datang ke nagari Sulti Air.

Gunung Merah Putih menurut Rainal Rais dapat dikembangkan sebagai salah satu objek wisata karena dari ketinggian kawasan Gunung Merah Putih sangat menakjubkan hawa dan pemandangannya. Untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu objek wisata, secara swadaya masyarakat nagari bersama masyarakat perantau telah membangun akses jalan berupa Jenjang berjumlah lebih dari seribu anak tangga.

Dengan sebutan kawasan objek wisata Jonjang Seribu tersebut, serta potensi alam lainya berupa bahan tambang diharapkan nagari Sulit Air mampu lebih mandiri dan tidak tergantung pada masyarakat perantau dalam membangun dan mengembangkan daerah.

“Namun semua itu masih perlu pembenahan dan pengelolaan sumber daya alam yang ada sehingga dapat bermanfaat bagi pengembangan ekonomi masyarakat tanpa harus merusak alam.”Ujar salah seorang pendiri Sulit Air Sepakat (SAS) ini.(*)