Air Panas

Pemandian Aie Angek Koto Anau.Jelang bulan puasa, tempat-tempat pemandian di daerah Kabupaten Solok selalu menjadi langganan masyarakat yang hendak balimau yang sudah menjadi tradisi turun temurun.
Sebagian masyarakat menilai, selain bernilai sunah, tradisi balimau dengan mandi di tempat-tempat pemandian seperti halnya danau, pancuran air panas atau kali juga dijadikan ajang bercengkerama sesama teman dan kerabat.

Di Kabupaten Solok, selain Danau Singkarak, yang juga dijadikan lokasi balimau oleh masyarakat pancuran air panas yang terdapat di Jorong Aie Angek, Nagari Koto Anau, Kecamatan Lembang Jaya.

Selain cocok untuk bersantai dengan menikmati pemandangan alam dari ketinggian, pancuran dengan air panas yang mengandung belerang ini juga diyakini masyarakat dapat menyembuhkan berbagai penyakit, terutama penyakit kulit.

Biasanya, masyarakat sudah mulai datang ke lokasi pancuran air panas yang bersumber dari Gunung Talang itu siang hari, sehari menjelang masuknya bulan puasa. Sambil menunggu hawa dingin datang di kala sore hari, masyarakat lebih memilih duduk-duduk di pinggir jalan tidak jauh dari lokasi pemandian air panas sambil menikmati keindahan alam sekitarnya.

Ketika mentari mulai turun dari peraduannya, tanpa dikomando satu persatu di antara mereka menceburkan diri di bawah pancuran air panas yang mengalir. Bahkan suasana balimau di pemandian air panas yang hanya ditutupi seng bekas itu berlangsung hingga malam karena terasa lebih nikmat.

Meski setiap tahunnya menjelang bulan puasa lokasi pemandian air panas di Nagari Koto Anau ini sudah menjadi langganan masyarakat yang tidak jarang datang dari luar daerah, namun lokasi pemandian aie panas tersebut masih jauh dari kesan pengembangan.

Walaupun hanya ditutupi dengan seng bekas serta pancuran dari batang kelapa, namun animo masyarakat untuk mandi ke pancuran sederhana itu tidak pernah surut dari tahun ke tahun.(*)