Hujan Lebat Tak Halangi Tabuik Pariaman Dihoyak


PARIAMAN – Rafkiman salah seorang panitia tabuik subarang mengatakan, hujan lebat yang mengguyur Pariaman semenjak tengah malam hingga siang hari menyebabkan terkendalanya tabuik naik pangke.

“Sebagaimana biasanya prosesi tabuik naik pangkek di laksanakan pada pagi hari tanggal 10 muharram selesai shalat subuh, tetapi dikarenkan hujan yang terus mengguyur kota Pariaman semenjak tengah malam yang tak kunjung reda menyebabkan prosesi naik pangkek tabuik ditunda,” katanya.

Dalam keadaan hujan prosesi tabuik naik pangkek dilakukan, maka dikhawatirkan akan merusak bungo salapan yang terbuat dari kertas, kemudian jika kondisinya rusak sebelum dihoyak dan dibuang kelaut tentunya akan menghilangkan seni dan keindahan tabuik, maka dengan terpaksa tabuik naik pangkek dilaksanakan setelah shalat zuhur ketika hujan sudah mulai reda,uturnya.

Tidak hanya prosesi naik pangkek tabuik yang tertunda kondisi cuaca yang tak menentu semenjak beberapa minggu belakangan juga berepengaruh pada jual beli pedagang ketika rangkaian festival budaya tabuik piaman.
Ema pedagang minuman menyebutkan bahwa omset penjualannya menurun hingga 900%, dikarenakan kurangnya wisatawan yang berbelanja.釘iasanya pada tahun lalu, jika sudah menanjak pukul satu siang, penjualan sudah sampai Rp1.500.000, namun pada event tabuik tahun ini baru Rp150.000., itupun yang belanja banyak dari petugas keamanan bukan wisatawan,” tutur nya.

Ia mengatakan, kemungkinan jumlah wisatawan pada vestifal tabuik tahun ini jauh berkurang dikarenakan kondisi cuaca diberbagai daerah diguyur hujan, sehingga wisatawan banyak yang tidak datang ke pariaman menyaksikan hoyak tabuik dan jika adapun pengunjung hanya pewisata lokal saja, yang tentunya dengan isi kantong terbatas.

Gubernur Sumbar hadiri festival hoyak tabuik

Sempat di isukan bahwa Irwan Prayitno tidak menyukai budaya tabuik, namun semuanya terbantahkan ketika Gubernur Sumbar itu memberikan kata sambutan dengan pantun penuh makna di depan ribuan pengunjung yang hadir.
Tidak hanya Gubernur Sumbar acara hoyak tabuik juga dihadiri oleh Deputi Mentri Pariwisata dan kebudayaan, Duta Besar Indonesia untuk Iran, Forkopimda dan Walikota serta Wakil Walikota Pariaman.

Dalam kata sambutan Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mengatakan, bahwa tabuik adalah budaya bukanlah aliran syiah yang di isukan oleh sebagain masyarakat. “Tabuik adalah budaya tidak ada kaitannya dengan ritual keagamaan, budaya tabuik sudah dikembangkan dari dulunya oleh para leluhur semenjak abad ke 14,” katanya.

Mukhlis juga mengatakan orang yang mengatakan tabuik menganut paham syiah adalah orang yang memilki perasaan iri, dan tidak senang akan kemajuan pariwisata pariaman.

Tidak hanya sebagai event budaya lanjutnya, namun tabuik juga merupakan event pariwisata tahunan yang mampu menggerakan roda ekonomi masyarakat pariaman, karena setiap penyelenggaraan vestifal budaya tabuik, jumlah uang yang berputar mencapai Rp7,5 milyar.

“Mengan demikian secara tidak langsung, kita juga telah membantu meningkatkan taraf perokonomian masyarakat dengan banyaknya wisatawan yang datang untuk menyaksikan vestifal budaya tabuik. Kemudian Pemko. Pariaman juga telah menpunyai program wisata unggulan seperti triatlon yang diselenggarakan pada setiap akhir tahun, dan di tahun ini sudah ada 350 orang peserta yang mendaftar dari berbagai negara,” ulas Mukhlis.

Diakhir kata Walikota mengucapkan terimkasih kepada seluruh pihak yang telah membantu sehingga terlaksananya vestifal budaya tabuik dengan aman dan lancar.