KOTA SAWAHLUNTO

Objek dan daya tarik wisata, Saat ini Kota Sawahlunto berkembang menjadi kota wiasata tua yang multi etnik, sehingga menjadi salah satu kota tua terbaik di Indonesia. Di kota yang didirikan pada tahun 1888 ini, banyak terdiri bangunan-bangunan tua peninggalan Belanda. Dalam rangka mendorong parawisata, Pemerintahan Kota Sawahlunto merencanakan Sawahlunto menjadi “Kota Wisata Tambang yang Berbudaya”.

Gedung Pusat Kebudayan Sawahlunto, Kantor PT Bukit Asam Unit Pertambangan Ombilin yang dibangun pada tahun 1916, Lobang Soero, Museum Kereta Api Sawahlunto, Mesjid Agung Sawahlunto merupakan bangunan peninggalan jaman Belanda dan dijadikan objek wisata yang potensial yang ada di Sawahlunto.

Disamping itu kota ini juga memiliki objek wisata lain seperti kebun binatang yang memiliki luas sekitar 40 hektare dan Resort Wisata Kandi dengan luas 393,4 hektare. Ada 3 danau yang terbentuk dari bekas galian penambangan batu bara di Resort Wisata kandi, yaitu Danau Kandi, Danau Tanah Hitam, dan Danau Tandikek. Selain itu, juga terdapat wahana rekreasi keluarga yang dikenal dengan nama Waterboom Sawahlunto.

Di penghujung tahun Sawahlunto rutin menggelar Multikultural Event yang menampilkan atraksi wisata dan budaya, seperti tradisi Makan Bajamba dan penampilan kesenian tradisional dari berbagai etnis.

Jasa makanan dan minuman, Terdapat tidak kurang dari 41 Rumah makan/restoran yang dapat memenuhi kebutuhan wisatawan yang ingin mencicipi masakan khususnya khas Sawahlunto dengan sajian Dendeng batokok. Kerupuk Kubang dan Kerupuk tempe produksi asli Kota Sawahlunto dapat menjadi pilihan oleh-oleh dari Sawahlunto. Sepanjang Jalan Muaro dan Silungkang sejak sore hingga malamnya dapat Anda nikmati sajian sop dan soto khas Sawahlunto.

Jasa Penyediaan akomodasi, kepariwisataan Kota Sawahlunto didukung dengan fasilitas akomodasi 1 hotel bintang Bintang(Hotel Parai), 10 melati dan 33 homestay yang bersih dan nyaman.