Sala Lauak


Sumbar – Ranah Minang yang terkenal hingga ke daerah lain di Indonesia. Gorengan yang terbuat dari adonan daging ikan dicampur tepung ini yang disebut “sala lauak” asalnya dari Pariaman, Sumater Barat.

Sala lauak akan mudah ditemukan di Pariaman terutama di sekitar pantai. Biasanya dijajakan oleh pedagang kaki lima atau juga dijual keliling. Gorengan ini berbentuk bulat kira-kira sebesar bakso dan berwarna kekuningan, sekedar pengetahuan bagi anda yang belum pernah mencicipinya. Namun anda juga bisa dengan mudah mendeteksinya dengan mendengar seruan para pedagang sala lauak.

“Sala lauak…. sala lauak…” begitu kira-kira seruan mereka.

Selain di Pariaman, anda juga bisa mendapatkan sala lauak di Kota Padang. Umumnya, pedagang gorengan yang berjejer di Pasar Raya Padang menjajakan panganan ini. Di Sumbar, bisa dikatakan sala lauak masih dikemas secara biasa. Inilah yang menjadi latar belakang Chufi Elfa Ghani menciptakan produk sala lauak khas minang yang bisa bersaing di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Kita mau produk lokal bisa bersaing di era MEA. Setelah survei validasi ke beberapa costumer dan pakai data dari google sala lauak ini tinggi angka popularitasnya. Maka kita pilih sala lauak untuk dibikin menjadi bikin produk yang bagus secara packaging dan punya branding,” ujar lulusan Farmasi Universitas Andalas.

Setelah dilaunching pada awal 2015 di kawasan Jati, Padang kini Salaria segera hadir di Plaza Andalas (PA) Padang Lantai 4 pada Jumat, 28 Oktober ini. Salaria punya empat varian, yakni original, ekstra pedas, saus italia dan saus korea. Pada Jumat nanti, Salaria juga melaunching dua menu baru yakni batagor salaria dan pangsit salaria.

“Kita memanfaatkan momen XXI yang sekarang sudah ada di PA. Selama ini menu favoritnya Salaria Saus Korea. Rasanya manis pedas gitu,” tuturnya.