Kurang Berkembangnya Pertanian di Mentawai

Mentawai – khususnya Desa Saibi Samukop masih lemah dalam sektor pertanian. Kurangnya ilmu yang dimiliki petani dalam cara pengelolahan lahan, keterbatasan irigasi dan kurangnya kualitas tanah sebagai pendukung hasil pertanian menjadi kendala kurang berkembangnya pertanian di daerah tersebut.

Apolinaris (63), warga setempat mengaku kesulitan dalam mengelola sawah karena air sawah mereka merupakan air genangan yang berasal dari air hujan. “Jika kami melakukan pemupukan padi harus menunggu hujan turun, namun jika air genangan yang ada akan menyebabkan kematian pada tanaman,” katanya.

Dia juga mengeluhkan mahalnya harga pupuk di Kecamatan Siberut Tengah yang menjadi kendala serius. Bahkan, untuk satu karung pupuk yang dijual di padang dengan harga Rp400 ribu hingga Rp800 ribu di Siberut Tengah. Selain itu, sektor penunjang seperti jalan usaha tani di Desa Saibi Samukop kondisinya sangat memprihatinkan, bahkan tidak layak tempuh.

“Lebar jalan sekitar 6 meter dengan panjang lebih kurang 1 kilometer, tapi jalan berlumpur. Tak tanggung-tanggung, kedalaman lumpur mencapai 1 meter atau sepinggang orang dewasa,” sebut Apolinaris kepada.

Jasri Onareliu, Sekretaris Camat Siberut Tengah membenarkan kekurangan sarana dan prasarana serta kurangnya SDM pada masyarakatnya dalam pengolahan lahan pertanian. “Masyarakat kami rata-rata punya 1 hektar lahan pertanian, namun mereka belum bisa mengolah lahan secara maksimal,” katanya.

Dia menjelaskan, mayoritas masyarakat di Siberut Tengah bertani, namun hasil pertanian tidak mencukupi untuk mereka sendiri. Untuk itu, katanya perlu adanya bimbingan dari pemerintah provinsi. “Hendaknya kedatangan tim bisa memberikan hal yang positif untuk daerah kami,” harapnya.

Sementara, Yustiadi, Kabid Holtikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Barat mengatakan, petani Siberut tengah perlu adanya pengenalan budi daya agar peteni mampu mencukupi atau bisa menghasilkan lebih banyak serta mampu berkembang disektor pertanaian.

“Lahan tersedia, tapi mereka cara pengolahan mereka perlu diberikan bimbingan. Kondisi sekarang petani setempat masih bergantung pada pasokan dari luar, seperti cabai masih didatangkan dari kota Padang,” katanya.