Pariaman Pelajari Pengembangan Kepariwisataan Yogyakarta


Yogyakarta – Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, melakukan studi banding ke Kota Yogyakarta pada 28 hingga 30 November 2016 untuk mempelajari serta menggali konsep pengembangan pariwisata yang diterapkan pemerintah setempat.

“Pemerintah Kota Pariaman dapat belajar hal-hal terkait pariwisata di Yogyakarta termasuk kiat daerah ini menjadi salah satu destinasi wisata serta melestarikan budaya lokal,” kata Wakil Wali Kota Pariaman Genius Umar saat melakukan kunjungan di Yogyakarta, Selasa.

Ia menjelaskan terdapat beberapa hal yang dapat dicontoh, diantaranya terkait manajemen dan pengembangan pariwisata daerah yang tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal.

Kemajuan pariwisata Yogyakarta, sebutnya dapat terus bertahan dan maju karena masyarakat bersama pemerintah setempat mampu menjual serta mengembangkan kekayaan daerah dengan baik.

“Pariaman juga bisa seperti Yogyakarta, namun hal tersebut butuh proses yang cukup panjang,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat Yogyakarta dinilai jauh lebih siap menjadi masyarakat sadar wisata.

“Masyarakat Pariaman harus lebih siap dan sadar wisata, kalau hanya pemerintah yang berbuat dan mengembangkan konsep tersebut tentu sulit penerapannya,” ujarnya.

“Pemerintah tetap mempertahankan dan mengawal nilai-nilai kearifan lokal, sementara masyarakat dituntut lebih kreatif dan inovatif,” katanya.

Hal itu bertujuan agar wisatawan yang datang merasa terhibur dan tidak kecewa dengan pelayanan yang diberikan.
Ia menyampaikan pemerintah setempat juga memberikan kemudahan layanan pariwisata kepada wisatawan yang datang apabila terjadi insiden saat berwisata.

“Jika terjadi insiden kecelakaan para wisatawan bisa menghubungi layanan 118 untuk mendapatkan bantuan. Pelayanan selama 24 jam dan biayanya ditanggung pemerintah kota,” jelasnya.

Selain itu, ia mengatakan kebudayaan dan karakter masyarakat yang masih asli diyakini salah satu nilai jual kepada pelancong.

Sebagai daerah yang mengandalkan pariwisata, Yogyakarta mampu meraup Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp84 miliar dari pajak hotel dan restoran.