Oktober, okupansi hotel di Sumbar meningkat

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat tingkat hunian hotel berbintang di provinsi itu pada Oktober 2018 mencapai 65,06 persen atau naik 8,25 poin dibandingkan September yang mencapai 56,81 persen. 

“Bila dilihat dari klasifikasi hotel, peningkatan hunian terjadi pada seluruh hotel kecuali bintang tiga,” kata Kepala BPS Sumbar Sukardi di Padang, Jumat.

Menurut dia rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia di hotel berbintang pada Oktober 1,50 hari, naik 0,06 hari dibandingkan dengan September 2015 yang mencapai 1,44 hari.

Dilihat dari kelas hotel rata-rata lama menginap tamu asing tertinggi terjadi pada bintang dua mencapai 2,64 hari, bintang satu 1,90 hari, bintang tiga 2,32 hari dan , bintang empat 2,57 hari.

Sementara rata-rata lama tamu Indonesia pada hotel berbintang mencapai 1,46 hari, naik 0,03 hari dibandingkan bulan sebelumnya.

Lalu pada hotel bintang dua tercatat 1,63 hari atau paling tinggi dibandingkan kelas hotel lainnya, sedangkan pada hotel bintang satu 1,21 hari, hotel bintang tiga 1,38 hari, dan hotel bintang empat 1,45 hari.

Ia menambahkan penaikan juga sejalan dengan jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri di Bandara Internasional Minangkabau pada Oktober 2018 adalah sebanyak 11,2 ribu orang, atau naik 7,92 persen dibanding September 2018.

Sementara Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Sumbar menilai tahun ini kunjungan wisatawan ke Sumatera Barat merupakan yang terbaik dibanding tahun sebelumnya.

“Teman-teman hotel senang, karena tingkat hunian nyaris penuh, biasanya ada musim ramai dan sepi, tapi tahun ini nyaris cukup merata,” kata Ketua Asita Sumbar Ian Hanafiah.

Sumber: sumbar.antaranews.com