Melihat Minangkabau dari Kota Padang Panjang

Menurut sejarahnya, kota ini pernah diduduki oleh Kolonial Belanda sebagai salah satu pos pertahanan untuk menaklukkan Kaum Paderi. Kota Padang Panjang ini pernah menjadi pusat pemerintahan sementara Kota Padang, setelah Kota Padang dikuasai Belanda pada masa agresi militer Belanda sekitar tahun 1947.

Kota Padang Panjang sering disebut sebagai daerah perlintasan. Namun tidak lagi hari ini, Dinas Pariwisata terus berbenah sehingga wisatawan bisa singgah lebih lama di daerah ini.

“Bersama travel agen, kami mengembangkan paket Minang khusus,” sebut Medi Rosdian, Plt Kadis Pariwisata Padang Panjang didampingi Candra, Kabid event dan Benny di kantor dinas Pariwisata Kota Padang Panjang

Paket Minang khusus tersebut, menurutnya berbeda dari paket lainnya. Di Kota Padang Panjang wisatawan bisa mengunjungi Pusat Dokumentasi Kebudayaan dan Informasi Minangkabau (PDIKM) atau biasa disebut dengan Minang Vilage. Selain itu berbagai atraksi khas seperti silek lanyah dan atraksi lainnya juga bisa disaksikan wisatawan.

Selain itu pihaknya juga menyiapkan empat desa wisata, yaitu kubu gadang, Koto Katiak untuk Argo, Siganda Wisata Religis, dan Daerah Aliran Sungai Siganda, Lubuk Bonta dan Silaing Atas.

Kota yang menjadi pusat pendidikan Islam modern juga memiliki banyak destinasi religi yang terkenal seperti Pesantren Diniyah Putri, Masjid Ausasi, Kauman dan Hamka Kalaqah.

Di kota ini berdiri sekolah Agama Islam yang terkenal, yakni Sumatra Thawalib merupakan kelanjutan dari sekolah agama Surau Djembatan Besi didirikan oelh Syeh Abdullah pada peralihan abad ke-20. Hadirnya pendidikan modern dari alumni tokoh agama yang belajar di Kota Mekkah, konon ini menjadi latar belakang kota Padang Panjang dijuluki dengan nama “Kota Serambi Mekkah”.

Selain sekolah agama, di Kota Panjang juga menjelma sebagai kota yang penuh kreasi, karena berdiri sekolah seni, yakni Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang.

Untuk wisata pendidikan Kota Padang Panjang juga memiliki peternakan susu, di lokasi tersebut, masyarakat bisa menyaksikan dan sekaligus menikmati susu segar. Di kota yang berbatasan dengan Kabupaten Tanah Datar, terdapat Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM). Letaknya berdampingan dengan objek wisata Perkampungan Minangkabau.

Selain itu pada kota ini juga terdapat kawasan rekreasi keluarga yang dikenal dengan Mifan yang terdiri dari taman air dengan wahana kolam ombak, kolam arus, kolam renang khusus wanita, kolam renang khusus anak-anak, ember tumpah dan slide tower.

Kota Padang Panjang mengusung branding The Gate of Minangkabau. “Dari brand tersebut terlihat, bagaimana masyarakat bisa menyaksikan kebudayaan Minangkabau secara lengkap di Kota Padang Panjang,” tandas Medi. (*)

Akun Pariwisata Kota Padang Panjang

Website Wisata : https://pariwisata.padangpanjang.go.id
Akun Medsos Instagram, Facebook dan Twitter : @disparpp

Destinasi Utama

Minang Vilage (PDIKM)
Minang Fantasi
Masjid Asasi Sigando
Lubuk Mata Kucing
Air Terjun Tujuh Tingkat
Goa Batu Batirai
Museum Kebudayaan Minangkabau
Desa Wisata Kubu Gadang
Stasiun Kereta Api Padang Panjang
Lembah Anai
Event Utama:
Minangkabau Silek Retreat
Minangkabau Travel Mart

Kuliner Khas

Sate
Rendang
Perkedel Jagung
Pisang Kapik
Katupek Pilatah
Serabi Kuah
Ketan Pokat
Dadiah
Teh Talua