Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

4 Lokasi Wisata di Sumbar Ini Ternyata Bekas Tambang Yang Ditinggalkan


Tahun 2016 telah berlalu, tapi di 2016 banyak muncul spot-spot wisata di Sumbar yang hits di media sosial.

Berdasarkan peribahasa di atas, sangat cocok dengan kondisi di Sumbar saat sekarang ini. Belakang ini banyak muncul nya destinasi wisata di Sumbar yang ternyata merupakan sisa-sisa atau bekas tambang yang sudah tak terpakai dan di tinggalkan begitu saja.

Tempat itu pun kemudian menjadi daya untuk berfoto-foto, akhirnya jadi lokasi wisata dadakan. Nah, mau tahu apa aja objek wisata yang dimaksud?

1. Danau Biru, Sawahlunto

Danau Biru berlokasi di daerah Parambahan, Kota Sawahlunto dan tepat berada dalam lingkungan proyek tambang batubara. Danau ini terbentuk dari bekas galian tambang batubara, untuk mencapai lokasi ini berjarak sekitar 13 kilometer dari pusat kota Sawahlunto.

Untuk menuju kesana kita harus menyiapkan kendaraan yang bisa melewati rute jalan seperti ini, karena setelah melewati Kebun Binatang Kandi, jalan nya nyaris hampir tanah dan berkerikil semua.

2. Lubang mbah soero, Sawahlunto

Kota Sawahlunto merupakan kota bekas tambang batubara terbesar di Sumatera, sepatutnya Sawahlunto menjadi salah satu destinasi favorit untuk wisata tambang nya.

Lubang Mbah Suro merupakan lokasi wisata di sumbar yang merupakan bekas tambang dan sudah di kelola pemerintah daerah Kota Sawahlunto. Lokasi wisata satu ini merupakan wisata edukasi, untuk memasuki lubang tambang Mbah Suro kita membayar kira-kira Rp. 5.000 dan kita akan di berikan perlengkapan safety untuk memasuki lubang tambang beserta pemandu yang akan menjelaskan sejarah dan fungsi lubang tambang mbah suro dahulu.

3. Danau Hijau, Kabupaten Sijunjung

Danau Hijau terletak di Kabupaten Sijunjung, berlokasi di ujung nagari bukit bual (dekat aice tambang batu bara) kecamatan Koto VII.

Danau ini disebut danau hijau karena warna air nya memang berwarna hijau. Lokasi danau hijau ini cukup jauh dari pusat, kita-kira sekitar 15 menit dari Tanjung Ampalu, dan 45 menit dari Muaro Sijunjung. Danau ini awalnya hanya sekedar genangan air di tengah-tengah bukit, genangan air akibat galian bekas tambang. Danau Hijau ini tiba-tiba menjadi viral seiring dengan viral nya Danau Biru di Sawahlunto.

4. Gunung Harun, Salido, Kabupaten Pesisir Selatan

Gunung Harun, merupakan tambang emas yang di masa kolonial dikenal sebagai tambang emas Salido. Konon, sampai saat sekarang, masih ada satu atau dua orang yang rutin mencari emas di ketinggiannya. Zaman dulu, orang dari berbagai bangsa, sampai ke puncaknya untuk mendapatkan emas.

By the way nih ya, kalo ke lokasi di atas kecuali Lubang Tambang Mbah Suro yang udah ada pelayanan safety nya, perhatikan selalu keamanan dan keselamata, ya. Jangan asal panjat aja karena bagaimanapun tempat ini bekas tambang dan kita gak tahu sekuat apa bukit-bukit di sekitar danau di atas mampu bertahan dan menyokong kita rame-rame berdiri buat selfie or wefie kan ya.