English Version!Travel and Tourist Information Sumatera Barat

Pelari asal Kenya juarai Payakumbuh Run

Pelari asal Kenya James Karanja berhasil menjadi yang tercepat melewati garis finis dengan catatan waktu 31 menit 38 detik dalam event sport tourismPayakumbuh Run yang digelar Minggu pagi di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat.

Di posisi kedua disusul koleganya yang juga dari Kenya, Miller Ngetich dengan catatan waktu 32:00 dan untuk posisi ketiga yang juga dari Kenya adalah Elvis Kyalo dengan catatan waktu 32:20.

Selain mendominasi di nomor putra, nomor putri 10K pelari asal Kenya kembali mendominasi, adalah Alice Muthoni Kolgi yang sukses memasuki finis pertama kali dengan catatan waktu 35:59. Diikuti rekan senegaranya dengan nomor dada 1380 catatan waktu 36:24.

Di posisi ketiga juga dari Kenya, yaitu Jeptoo Kipchumba dengan catatan 37:27.

Payakumbuh Run mengambil lokasi start di Medan Nan Bapaneh Ngalau Indah, kemudian menuju ke Koto Nan Ampek, terus ke pusat kota sepanjang lima kilometer. Para pelari putar balik kembali ke lokasi finis di Medan Nan Bapaneh, Ngalau Indah.

Sementara itu untuk kategori nasional, Wahyudi Putra finish pertama dengan waktu 33:55. Posisi kedua Hamdan Sayuti catatan waktu 35:56 dan posisi tiga M. Yunus Yunus dengan waktu 34:32.

Tercatat 10 pelari internasional yang ikut dalam event sport tourism pertama di Kota Payakumbuh ini sebagian besar berasal dari Kenya. 

Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi mengatakan secara catatan waktu, pelari lokal masih belum mampu menyaingi pelari internasional.

“Kalau prestasi memang kita masih kalah dari runner dunia tetapi untuk pelari kita setidaknya sudah dapat aura dunia, baru setelahnya kita kejar prestasi,” kata Riza Falepi.

Ke depan Pemko Payakumbuh, kata Riza tak hanya menjadi Payakumbuh City of Randang tetapi juga menjadikan Kota Payakumbuh sebagai kota sport tourism.

“Kepada tamu saya harap bisa menikmati Payakumbuh City of Randang, nantinya kami juga ingin jadikan Payakumbuh sebagai kota sport tourism,” ujarnya.

Menurut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Barat Adib Alfikri event itu perlu menjadi agenda tahunan Pemkot Payakumbuh untuk meningkatkan promosi wisata yang ada di daerah itu.

“Saya menantang pak Wali dan Kadisparpora-nya supaya kegiatan ini tidak menjadi yang pertama dan terakhir, tapi kegiatan ini harus dimasukkan ke dalam agenda tahunan,” katanya.

K edepannya ia menyarankan supaya rute yang akan dilewati pelari adalah kawasan wisata andalan Payakumbuh.

“Jadi bukan hanya Ngalau Indah tapi ada kawasan wisata lain agar orang bisa sekalian berwisata menikmati alam sembari berlari,” tuturnya.

Sumber: sumbar.antaranews.com