English Version!Travel and Tourist Information Sumatera Barat

Bappenas dorong setiap provinsi di Sumatera kembangkan pariwisata minat khusus

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mendorong setiap provinsi di Pulau Sumatera agar dapat mengembangkan pariwisata minat khusus guna meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara.

“Wisatawan mancanegara sangat senang berkunjung ke daerah yang memiliki wisata minat khusus, seperti olahraga surfing di Mentawai,” kata Kepala Bappenas, Bambang P.S Brodjonegoro saat memberikan pemaparan di hadapan gubernur dan kepala Bappeda se-Sumatera di Padang, Jumat.

Ia menyebutkan jika wisatawan mancanegara seperti dari Amerika lebih suka dengan wisata alam dan budaya, sedangkan wisatawan Asia biasanya lebih suka wisata kuliner, dan lainnya.

Menurutnya, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asing dan lokal pemerintah harus membenahi infrastruktur di kawasan wisata, dan membangun pariwisata bertema atau punya ciri khas tertentu yang spesifik.

Beberapa daerah di Indonesia yang telah mengembangkan pariwisata minat khusus seperti di Kota Batu, Malang, Jawa Timur yang telah membangun berbagai jenis museum yang atraktif dan menarik sehingga tidak membosankan.

Kota lainnya Banyuwangi, Jawa Tengah yang selain mempunyai wisata alam terkenal seperti Kawah Ijen, juga menyajikan festival budaya yang rutin ditampilkan setiap tahunnya, dan kawasan Bunaken dengan olahraga diving, Manado di Sulawesi Utara.

Mantan menteri keuangan ini berharap setiap provinsi di Sumatera dapat mempunyai ide pengembangan wisata khusus di daerah sesuai Sumber daya yang ada, juga membenahi akses dan sarana menuju lokasi tersebut.

Beberapa daerah yang potensial di Sumatera, seperti Danau Toba di Sumatera Utara, wisata Pulau Mandeh di Sumatera Barat, dan Tanjung Kelayan di Bangka Belitung.

“Indonesia memang masih di bawah negara lain dalam pembangunan infrastruktur, maka tugas daerah untuk membenahi agar mendukung pariwisatanya,” katanya.

Pemerintah juga bisa menggandeng pihak swasta dan investor lain untuk membantu membangun pariwisata sehingga percepatan pembangunan wisata terlaksana, ujarnya.

“Jadi, jangan hanya menunggu dana APBN dan APBD untuk membangun pariwisata, tapi berusaha menggaet investor dan pihak swasta untuk bekerja sama,” katanya. (*)

Sumber: sumbar.antaranews.com