Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Bukittinggi Kembangkan Kampung Wisata

BUKITTINGGI – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Barat mengadakan Workshop Sadar Wisata di Bukittinggi yang dihadiri oleh Tokoh Masyarakat, Pelaku Kepariwisataan, SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait dan Kelompok Sadar Wisata Kota Bukittinggi.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah RI No 50 Tahun 2011 Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010-2025, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bukittinggi Drs. Melfi, M.Si menyampaikan bahwa Bukittinggi dan sekitarnya Termasuk KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) peringkat tujuh dari daftar 88 KSPN yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Oleh karena itu pembangunan kepariwisataan harus memperhatikan posisi, potensi dan peran masyarakat baik sebagai subjek atau pelaku maupun penerima manfaat pengembangan, karena dukungan masyarakat turut menentukan keberhasilan jangka panjang pengembangan kepariwisataan khususnya Kota Bukittinggi yang telah dicanangkan sebagai Kota Wisata sejak 11 Maret 1984.

Melalui Workshop Sadar Wisata seluruh elemen kepariwisataan yaitu masyarakat, pemerintah dan swasta sepakat untuk dapat mengoptimalkan Sapta Pesona, untuk itu dukungan masyarakat Kota Bukittinggi dapat diperoleh melalui penanaman kesadaran masyarakat akan arti penting pengembangan kepariwisataan. Untuk itu dibutuhkan proses dan pengkondisian untuk mewujudkan masyarakat yang sadar wisata. Masyarakat yang sadar wisata akan dapat memahami dan mengaktualisasikan nilai-nilai penting yang terkandung dalam sapta pesona.

Selain pengembangan kampung wisata Pemerintah Kota Bukittinggi bersilaturahmi dan bertatap muka dengan Pramuwisata yang disebut Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bukittinggi di Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) Taman Panorama Dan Lobang Jepang Bukittinggi, yang dihadiri Wakil Walikota Bukitinggi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bukittinggi, Kasat Intel Polresta Bukittinggi dan Jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bukittinggi serta Pramuwisata se-Kota Bukittinggi.

Pada kesempatan ini dilakukan diskusi antara Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi dengan para Pemandu Wisata yang berada di bawah naungan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Bukittinggi. Segala fasilitas yang tersedia dinilai sudah cukup memadai namun dari pada itu dunia pariwisata di Kota Bukittinggi memerlukan pengembangan terutama dalam bidang Wisata Alam. Diharapkan stakeholder, pelaku dan usaha pariwisata ikut serta dalam pengembangan kepariwisataan Kota Bukittinggi.

Terkait upaya pelestarian benda-benda peninggalan sejarah itu, pihaknya menurut Walikota Ramlan Nurmatias, telah mengusulkan Jam Gadang, Benteng De Kock dan Lubang Jepang sebagai warisan dunia yang dinaungi oleh Organization of World Heritage Cities (OWHC)dan United Nation for Education and Social Culture (Unesco). Usulan tersebut telah diapungkan pada pertemuan Asia dan Pasifik OWHC di bali awal Agustus lalu. Bahkan, sebagai tindak lanjutnya, pihak Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) telah turun langsung ke Bukittinggi melakukan pengambilan dokumen sekaligus pengkajian awal terhadap kondisi ketiga peninggalan sejarah tersebut.

Lalu, obyek wisata yang lain juga akan dibenahi secara bertahap, seperti revitalisasi kebun binatang dan pengembangan Ngarai Sianok sebagai tempat rekreasi yang benar-benar memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Ngarai akan dilengkapi fasilitas untuk kegiatan wisata air serta sarana penunjnag bagi anak-anak. Bulan lampau, para ASN Pemko turun ke ngarai melaksanakan gotong royong melalui kegiatan Jumat bersih dengan memungut sampah sepanajang aliran sungai. Sementara, taman Monumen Proklamator Bung Hatta sejak beberapa waktu lalu juga telah dibenahi dan telah dibuka untuk umum sebagai tempat rekreasi sejarah. Ke depan, pihaknya menurut Ramlan akan melengkapi taman yang terletak di samping Istana Bung hatta (Tri Arga) itu dengan catatan-catatan sejarah, baik berkaitan dengan Bung Hatta maupun eksistensi Bukittinggi di masa lampau.