English Version!Travel and Tourist Information Sumatera Barat

Bus Pariwisata Bayar Pakai Sampah Digemari, Pemko Padang Siap Tambah Unit

Padang – Antusias warga Kota Padang dengan keberadaan bus pariwisata untuk keliling kota memberikan efek positif. Keramaian terjadi pada siang hingga sore hari di saat tanggal muda.

Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Medi Iswandi, bahwa, dengan antusias warga, penambahan unit bus sudah diusulkan tahun ini ke DPRD. Jika disetujui maka tahun depan akan tersedia dua unit bus pariwisata.

“Tingkat keramaian itu terjadi pada awal bulan. Dalam weekend tersebut waktu yang paling ramai yaitu di atas pukul 11.00 WIB. Penumpang akan rela menunggu bus datang kembali di pos-pos yang bertanda perberhentian bus,” terang Medi, Selasa (28/8).

Ia menjelaskan, animo warga juga meningkat didorong dengan cara bayar yang mudah dan murah. Hanya menggunakan sampah plastik sesuai aturan ukurannya, calon penumpang akan bisa menikmati tempat-tempat wisata yang akan dilalui bus.

“Bagi penumpang yang ingin berhenti di tempat wisata di mana bus lewat maka bisa juga naik kembali pada bus berikutnya dengan cara bayar pakai sampah plastik kembali. Perkiraan waktu bus akan datang kembali yaitu sekitar 1,5 jam,” kata Medi.

Ia menambahkan, untuk rute yang telah ditentukan yaitu start dari LPC menuju tugu gempa terus ke kota tua terus ke Gunung Padang menuju Pantai Air Manis terus ke Bukit Gado-gado lalu putar lagi ke jembatan Sitinurbaya dan terakhir menuju Mesjid Raya Sumbar dan berakhir di LPC krmbali. Bus siap membawa penumpang selama dua jam perjalanan.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Al Amin menyebutkan, raun asik menggunakan sampah plastik berdampak baik bagi lingkungan. Pasalnya, bagi warga sekitar pantai yang ingin raun asik maka tidak akan membuang sampah platiknya sembarangan tempat.

“Tujuan kita yang paling utama dalam raun asik tersebut yaitu meningkatkan partisipasi warga supaya bisa mengumpulkan sampah plastik hasil belanja. Kemudian, menjadikan lingkungan bersih dan bisa dimanfaatkan juga untuk raun ke temlat wisata,” kata Al Amin.

Ia menyebutkan, dari 450 ton sehari sampah yang diangkut DLH ada sekitar 15 persen itu sampah plastik. Dari 15 persen itu termasuk hasil dari raun asik tersebut  

“Kita berharap warga mengumpulkan sampah plastik tidak berdasarkan raun asik saja. Namun juga bisa lebih meningkatkan kesadaran akan kebersihan lingkungan,” tuturnya.

Sumber : harianhaluan.com

 

Tags: