Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Festival Dragon Boat Internasional Bawa Berkah pada Pedagang Kecil

PADANGPADANG – Anto, salah seorang pedagang mie pangsit yang biasa mangkal di pinggir Bandar Bakali, Purus Kebun, Padang, tersenyum lebar saat diberitahu kalau Internasional Dragon Boat Festival bakal digelar pada 12 sampai 15 Juli 2012. Bagi Anto, Festival Dragon Boat adalah berkah. Iven tahunan ini membuat omset jualannya meningkat dua kali lipat. Kalau sebelumnya rata-rata hanya terjual 30 sampai 40 mangkok per hari, saat berlangsungnya Dargon Boat bisa terjual 60 sampai 70 mangkok.

Per mangkok nya dijual Rp7.000. Ketika festival itu dimulai pada 12 Juli, Anto dan puluhan pedagang kaki lima lainnya pun berjejeran di pinggir Bandar Bekali menjajakan jualannya. Bermacam-macam yang dijual. Ada aneka kerajinan, makanan, mainan dan lainnya. Memang, Festival Dragon Boat menjadi magnet bagi masyarakat untuk datang menyaksikannya. Anto dan pedagang lainnya melihat peluang pasar tersebut. Di mana ada keramaian, pasti masyarakat butuh jajanan.

Tidak hanya makanan biasa saja yang dijual, bahkan makanan khas Betawi kerak telor pun ada yang menjual. Ada sekitar empat pedagang dari luar Padang yang menjual kerak telor. Adanya Festival Dragon Boat tersebut setidaknya memberi nilai tambah bagi pedagang kaki lima. Terjadinya peningkatan dalam jual beli memang yang dicari. Di iven tersebut hal itu terjadi.

Pedagang tersenyum senang saat sejumlah masyarakat berdatangan untuk membeli. Pemko Padang juga melihat adanya potensi tersebut. Maka digelarlah iven bertajuk Padang Expo. Tujuan digelarnya Padang Expo sebagai ajang promosi berbagai hasil kerajinan rakyat, usaha, berbagai produk lokal, produk dari berbagai provinsi di tanah air sekaligus menyosialisasikan berbagai program pemerintah/ BUMN yang telah, sedang dan akan dilaksanakan. Kegiatan ini menjadi penunjang dari kegiatan Internasional Dragon Boat Festival. Wakil Gubernur Sumatra Barat, Muslim Kasim saat membuka kegiatan Padang Expo di Lapangan Parkir Gor H. Agus Salim, Jumat (6/7) menyambut positif kegiatan tersebut.

Padang Expo dan Dragon Boat merupakan satu kesatuan untuk mempromosikan Padang serta Sumbar kepada masyarakat. Baik itu dari dalam maupun luar negeri. Untuk itu, kegiatan tersebut harus didukung terus dan digelar secara kontiniu setiap tahun. Pemko Padang sendiri mengklaim iven itu akan menyedot animo masyarakat dengan target 5.000 pengunjung dengan target transaksi mencapai Rp3 miliar. Walikota Padang, Fauzi Bahar mengatakan, Kota Padang mempunyai potensi besar.

Padang mempunyai pantai sepanjang 84 Km. Semuanya indah. Ada 17 pulau besar dan kecil dan menyimpan potensi membanggakan. Potensi besar tersebut perlu dikelola dengan baik agar dapat mendorong percepatan pembangunan kota ke depannya. �Dengan potensi besar itu itu,kita ingin mewujudkan Padang sebagai pusat perekonomian dan pintu perdagangan di Indonesia Bagian Barat,� kata Fauzi kepada wartawan beberapa waktu lalu. Padang Expo menjadi ajang pameran dan informasi berbagai produk unggulan, peluang investasi bidang industri, perdagangan dan pariwisata.

Kegiatan itu diharapkan dapat menjadi momentum yang tepat untuk meningkatkan perekonomian di Sumbar, khususnya Padang. Ia mengharapkan kegiatan itu dapat memberikan pengaruh yang signifikan kepada pengusaha untuk berinvestasi serta mempromosikan dan memasarkan berbagai produk. Di Padang, pedagang sektor informal jumlahnya relatif besar. Malahan melebihi dari pedagang yang berada di sektor formal, sekitar 38.000 usaha. Mereka tersebar di seluruh pelosok kota, seperti di pasar pasar tradisional, di kawasan wisata, pertanian, lingkungan sekolah dan pinggir jalan. Ini merupakan kali ke-10 Pemko Padang menggelar Festival Dragon Boat level internsional.

Sudah 10 tahun pula masyarakat tetap setia memadati Banjir Kanal dan Padang Expo (Padang Fair). Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Asnel mengatakan, sasaran yang hendak dicapai dari iven tersebut adalah untuk memperkenalkan Padang lebih luas lagi kepada dunia internasional. Festival tersebut juga sebagai ajang mempertahankan budaya luhur bangsa Indonesia sebagai Negara Bahari. Tidak kalah pentingnya adalah untuk menyalurkan bakat generasi muda di bidang olahraga bahari serta memberdayakan ekonomi masyarakat. Tidak salah kiranya jika festival tersebut menjadi hal penting bagi para pelaku ekonomi kecil.

Demi suksesnya kegiatan itu, Ketua Panitia Kegiatan Ali Basar jauh-jauh hari sudah mempersiapkan iven tersebut agar sukses. Sebab, dragon boat merupakan iven internasional yang mempertaruhkan nama bangsa. Ada 11 negara yang ikut serta. Antara lain Kanada, Australia, Inggris, Cina, Malaysia, Kamboja, Singapura, Vietnam, Macau, Filipina dan Laos. Jika ada saja tim dari salah satu negara itu yang kecewa, alamat buruk bagi Indonesia, apalagi Sumbar. Persiapan yang maksimal itu terbayarkan dengan suksesnya penyelenggaraan. Para peserta puas dengan iven tersebut.

Suksesnya penyelenggaraan bisa dilihat nantinya pada penyelenggaraan selanjutnya. Diharapkan peserta bertambah lagi tidak hanya dari 11 negara itu saja. Ada sejumlah negara lain yang ikut serta. Menjadi perlu bagi Pemko Padang untuk menata lebih baik lagi para pedagang kaki lima yang ada. Diharapkan penyelenggaraannya lebih bagus lagi dengan menggelar rangkaian kegiatan bernuansa kedaerahaan. Bisa saja dengan menggelar festival randang atau malamang, giliang lado, membuat jus pinang yang pernah digelar Pemko sebelum-sebelumnya. Pesertanya bisa saja berasal dari para pedayung atau warga Kota Padang. Ini menjadi menarik bagi mereka untuk diceritakan saat sekelembalinya ke daerah atau negara masing-masing. Bagi pedagang kaki lima, juga bisa diberikan reward.

Misalnya dengan mengajak mereka menjaga kebersihan lingkungan atau menata dagangan paling rapi. Sukses Padang Expo dan Internasional Dragon Boat Festival bukan hanya suksesnya Kota Padang atau Sumbar. Tapi Indonesia di mata internasional. (CB)