English Version!Travel and Tourist Information Sumatera Barat

Festival Tabuik, Kota Pariaman


Tabuik merupakan sebuah patung Buraq yaitu sebuah makhluk majestik yang menyerupai seekor kuda bersayap dengan kepala wanita, yang terbuat dari bambu, rotan dan kertas. Di punggungnya terdapat sebuah peti yang berisi perhiasan dekoratif dan payung.
Prosesi Tabuik berupa sebuah proses ritual yang menyimbolkan kejadian di Perang Karbala yang diperkenalkan oleh
Tentara Musli Tamil India. Proses ini telah berkembang menjadi sebuah festival yang melibatkan hampir semua masyarakat Pariaman, sebuah kota yang terletak sekitar 60 km dari Padang. Festival ini merupakan penggambaran kembali pertempuran.
di Perang Karbala dengan gendang tassa dan tambur. Selama festival Tabuik beragam aktifitas seperti lomba layang-layang, perlombaan tarian tradisional dan permainan tradisional dilaksnakan. Festival yang dilaksanakan pada tanggal 1-10 Muharram (Kalender Islam) dan diikuti oleh ribuan orang yang berkumpul di Pantai Gandoriah saat Tabuik dibuang ke laut.

Tabuik Festivals, Pariaman City

Tabuik, or trunk, is a statue of a Buraq, a creature resembling a horse with a female head and a pair of wide wings
and a tail. “The Tabuik” itself is actually made of bamboo, rattan and paper. On its back is a trunk filled with decorated
jewelery shaded by a paper umbrella. A ritual procession symbolizeds an event in Karbala war that was introduced by Moslem
Tamil troops from India. This procession has already evolved into a festivals which involves all people in Pariaman. a city
that is located about 60 km away from Padang. The festival includes reenactments of the battle of Karbala, and the playing of
tassa and dhol drums. During the week of Tabuik many activities are held including kite races, traditional plays such as
Tari Piring and traditional plays. Held annually during the first ten day of Muharram (Islamic Calender), thousands of people
will gather on Gandoriah Beach when the “Tabuik are trown to the sae.