Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Lewat Rendang, GenPI Bukittinggi Mengangkat Kembali Budaya Kuliner


Bukittinggi – Generasi Pesona Indonesia (GenPi) Bukittinggi yang merupakan perpanjangan tangan dari Kementrian Pariwisata RI, turut membantu pemerintah dalam memvote Word Halal Tourism Award (WHTA) tahun 2016 untuk pemenangan tingkat Internasional.

Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota (HJK) Bukittinggi ke-232 tahun, Hari Ibu dan merayakan kemenangan di ajang WHTA 2016. Kreatifitas para pembina Genpi Bukittinggi menuangkan gagasan untuk mengangkat kembali budaya lama yang mulai tergeser oleh perkembangan zaman, yaitu kuliner masakan rendang. di Minangkabau sendiri rendang biasa disebut dengan samba. Pada tahun 2011 rendang dinobatkan sebagai makanan terpopuler no.1 didunia. (CNN.go).

Walikota Bukittinggi, H.M.Ramlan Nurmatias, SH memberikan apresiasi acara yang dilaksanakan generasi muda dengan menggelar suatu ivent unik dan menarik yaitu festival “Buktitinggi Marandang”, Dia menjelaskan masakan randang itu sudah banyak dikenal orang diseluruh dunia, kini yang akan dikembangkan dan dipatentkan yaitu “Rendang Kurai”.

Ketua GenPI Bukittinggi Rahmadina Z. SH mengatakan, setelah sukses mengantar Sumatera Barat dan Indonesia menjadi pemenang dalam ajang Kompetisi pariwisata Halal Dunia “World Halal Tourism Award 2016”, GenPI Bukittinggi mencoba mengangkat kegiatan pariwisata yang berhubungan dengan pelestarian budaya lokal yaitu prosesi memasak rendang dengan konsep tempoe doeloe.

Kota Bukittinggi merupakan salah satu kota kunjungan favorit bagi para wisatawan nusantara maupun mancanegara yang berwisata ke Sumatera Barat, dan jika tidak berkunjung ke kota Bukittinggi belum merasakan berwisata ke Sumatera Barat. Maka dari itu kegiatan festival Bukittinggi Marandang tersebut sangat positif dan sekaligus untuk mempromosikan pariwisata Bukittinggi.

“Kita berharap generasi muda yang tergabung dalam wadah Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Bukittinggi kembali memahami berbagai nilai-nilai seni budaya tradisional sehingga dapat diangkat kedalam berbagai bentuk event pariwisata,” ucap Abdi yang juga Dekan Fakultas Pariwisata UMSB.

Iwin SB jurnalis yang konsen dalam bidang kepariwisataan sebagai penggagas acara festival, menjelaskan kegiatan itu sengaja digelar yang maksudnya untuk mengangkat kembali budaya kuliner tradisional Minangkabau, dalam festival itu peserta lomba menampilkan proses pembuatan randang kurai, mulai dari memangkua kelapa sampai mengaco randang dikuali.

Festival Bukittinggi Marandang baru pertama kali diadakan dan diharapkan melalu pemeritah kota dapat diadakan setiap tahun dan tentu juga dianggarkan pemerintah kota, ucap Iwin SB.