English Version!Travel and Tourist Information Sumatera Barat

Mahyeldi Janji Akan Perhatikan Kanal Banjir GOR Agus Salim

Berakhirnya event tahunan Dragon Boat yang diselenggarakan oleh Kota Padang, ternyata terdapat suatu hal menarik yang seringkali terlupakan setelah digelarnya event tersebut. Hal menarik itu adalah kondisi Kanal Banjir, GOR H Agus Salim yang dijadikan oleh para atlet Dragon Boat untuk bertanding tiap tahunnya. Di mana pada saat event Dragon Boat berlangsung, keadaan Kanal Banjir (biasa disebut Banda Bakali) sangat bersih. Tidak begitu banyak terlihat sampah yang mengambang dan mengalir pada aliran air yang menuju ke laut Padang tersebut. Hal itu tentunya menimbulkan sebuah pertanyaan sederhana yang menarik. Saat event diadakan, aliran air di Kanal Banjir menjadi bersih, lalu kenapa setelah tidak adanya event, Kanal banjir tersebut kotor, dan membawa sampah? Jika dengan menggunakan alasan bahwa sangat sulit untuk membersihkan aliran air tersebut, tentunya tidak etis. Buktinya pada saat event Dragon Boat kebersihan Kanal Banjir dapat dijaga, sehingga tidak salah jika masyarakat menilai bahwa pemerintah hanya memperhatikan Kanal Banjir hanya saat diadakannya acara dan kepentingan saja, setelah itu dilupakan.

“Pemerintah sebenarnya mampu untuk membersihkan Kanal Banjir ini, tapi sayangnya usaha dan kepedulian itu yang memang tidak ada. Mereka hanya memperhatikan jika hanya ada kepentingan dan keperluan saja. Buktinya, saat Dragon Boat dilaksanakan, keadaan air Kanal banjir ini bersih tidak terlihat sampah-sampah plastik yang mengapung seperti hari biasanya. Sehingga saya heran, kenapa hanya saat Dragon Boat saja? Kenapa tidak setiap hari? Bukankah hal itu baik? Karena aliran air ini menuju ke laut, sehingga dengan banyaknya sampah yang dibawa aliran air ini secara otomatis akan mencemari lautan. Jika lautan tercemar, maka terancamlah kelangsungan hidup makhluk hidup yang ada di lautan. Apalagi masih ada masyarakat yang menggunakan air tersebut untuk mencuci dan mandi,” kritik seorang masyarakat yang tidak ingin disebutkan namanya.

Saat dimintai pendapatnya tentang apa yang akan dilakukan, Wakil Walikota Padang, Mahyeldi yang telah mengancang-ancang dirinya sebagai calon walikota Padang selanjutnya mengelak. Ia mengatakan bahwa sampah-sampah tersebut tidak banyak, tidak seperti yang dikatakan oleh masyarakat sekitar Kanal Banjir, yang setiap harinya melihat dan memperhatikan keadaan Kanal Banjir tersebut. “Itu tidak benar, sampah-sampah itu tidak banyak kok, keadaan Kanal Banjir ini selalu terjaga,” katanya, Minggu (9/6).

Namun meskipun demikian, Mahyeldi menjanjikan bahwa saat ia menjadi walikota nantinya, kebersihan Kanal Banjir akan menjadi perhatian dari pemerintah Kota Padang. Kanal Banjir ini, lanjutnya akan bersih setiap hari, layaknya saat pelaksanaan event Dragon Boat dilangsungkan. Dengan pertimbangan air dari Kanal Banjir yang berdampak pada pencemaran laut, dan dimanfaatkan masyarakat untuk mencuci, mandi dan lain-lain. Ia juga mengatakan, bahwa ia telah merencanakan pada Kanal banjir tersebut akan dibuat sebuah tempat perahu. Di mana setiap malam minggu, akan ada perahu yang bisa disewakan untk menikmati malam dengan berperahu. “Jika saya menjadi walikota nantinya, saya akan menjadikan Kanal Banjir ini sebagai perhatian. Karena saya juga tidak ingin air dan laut tercemar. Hal tersebut tentunya akan saling berdampak kepada yang lainnya. Karena air adalah sumber kehidupan. Saya juga telah memunyai rencana akan membuat tempat perahu di Kanal banjir ini. Sehingga tiap malam minggu ada fasilitas untuk melewati malam di atas perahu. Hal ini tentunya juga akan membantu perekonomian, khusunya nelayan,” katanya. Semoga janji dapat terealisasikan. (*)