English Version!Travel and Tourist Information Sumatera Barat

Melirik desa Rantih

Desa Rantih salah satu desa dari 11 desa yang ada di kecamatan Talawi Sawahlunto.
Desa punya luas wilayah 181,5 Ha ini, mampu menjabarkan program ekonomi kerayatan pemerintah kota Sawahlunto dalam menuntaskan penduduk miskin, Sehingga desa dihuni 164 Kepala Keluarga (KK) ini, hanya menyisakan warga miskin relatif kecil yaitu, 4 KK.

Desa sebelah Utara berbatasan dengan desa Batu Tanjung-Selatan Kecamatan Koto VII Tanjung Ampalu, sebelah Timur dusun Bukit Bual dan sebelah Barat berbatasan dengan desa Sikalang, Tidak hanya mampu menjadi sentra produksi program ekonomi kerayatan yang selalu didengung-dengungkan Walikota Sawahlunto Amran Nur, tetapi juga punya debit air yang cukup banyak, melimpah ruah, Hal ini diakui juga Kasi perumahan/pengairan dinas PU Sawahlunto Fernando Sara Cosca ditempat terpisah

“Rantih, Itulah ejaan nama desa yang benar, bukan ditambah huruh a, seperti sering ditulis pejabat pemerintahan Sawahlunto maupun media massa, sehingga nama desa menjadi, Rantiah, Ejaan seperti itu salah,” ujar Kepala desa Rantih, M, Edi Yusuf,memasuki ruang kantor desa Rantih.

Sebagai aparatur desa, kami sering menjadi serba salah, karena sering ditukar nama desa, pada hal nama desa punya sejarahnya, berawal dari  asal nama sejenis tanaman kayu “ Merantih yang banyak tumbuh di desa ini, tandas, Rang sumando desa ini,

Ketika rapat bersama pemuka-pemuka desa, maupun orang tua-tua di kampung ini, kami menyebutnya dengan nama Rantih, bukan Rantiah, tetapi  pada kenyataannya, di- berbagai  administasi pemerintahan seperti pada buku potensi desa masih tertulis ejaan yang salah itu, terang Kepala desa  didampingi pemuka masyarakat setempat H, Pariun dt Bandaro Sutan.

Menurut, Kepala desa, melalui program ekonomi kerayatan seperti tanaman Karet ada sekitar 2000 pohon karet yang mulai ber-produksi, begitu juga Coklat juga sudah panen, “ Ada sekitar 1000 batang Coklat yang sudah kami nikmati hasilnya, imbuh kades.

“Kami punya motto KKN, yang artinya, Ka-sawah-Ka- lading dan Nakiak (menakik getah), Pagi hingga siang, desa Rantih tampak sunyi, warga saat ini lagi ke-sawah atau ke ladang atau sedang manakiak getah,” katanya.

Kerja keras ataupun duduk-duduk di kedai, tidak akan jumpa di desa Rantih ini, itulah sebabnya, warga miskin di desa Rantih ini cepat ditanggulangi,” usai kerja kantoran, saya pun keladang, hampir tidak ada waktu bagi kami untuk duduk-duduk maota tak menentu di kedai, sehari kami Kasawah-keladang atau nakiak, terang kades yang didampingi juga Ketua kelompok tani Pulau Sarukam Muhlizar.

Menurut Edi Yusuf, Desa Rantih akan menjadi sentra produksi program ekonomi kerayatan, dimana warga telah giat menanam-,karet -coklat- maupun ternak ikan Nila dan lele, sejak 6 tahun lalu, saat ini kmai hanya tinggal panen produksi,

“Belenggu kemiskinan dapat diatasi warga dengan semangat dan kerja keras, persoalan mendasar bagi warga, fasilitas umum seperti infra sutruktur jalan, masih minim, hanya ada jalan setapak, kami berharap pemerintah kota berkenan membantu kami dengan membangun jalan yang memadai minimal lebar jalan 80 Cm lumayan lah ujar Kadesa, sebab, Pak walikota Amran Nur, sering mengungkapkan, jika suatu desa mempunyai sentra produksinya, maka pemerintah akan membangun fasilitas jalan mempercepat proses produksi ke pasar,” imbuh kades

Desa Rantih tidak hanya kaya dengan potensi tanaman perkebunan-pertanian (padi)-ternak Ikan, juga punya obyek wisata andal yaitu adanya obyek wisata air terjun  yang masih perawan di lima titik lokasi, dimana, desa Rantih sejak 2 bulan lalu sudah berhasil membentuk lembaganya bernama   Lembaga desa wisata Rantih yang diketuai Adrinal yang disuppor sepenuhnya Konsultan PNPM mandiri Kementerian pariwisata Sawahlunto, Ibeng Pamungkas.(*)