Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Membangun Kuranji dengan Program Nawa Karya Pasti Siaga

GEBRAKAN demi gebrakan Camat Muhammad Frengki Willianto mulai dirasakan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kecamatan Kuranji dan khusunya bagi warga Kuranji sendiri. Berbagai masukan yang diberikan tokoh masyarakat, adat, alim ulama, bundo kandung, dan masyarakat sendiri ditampung yang kemudian disinkronkan dengan progam Pemerintah Kota Padang. Untuk menyerap aspirasi warga, bahkan camat yang satu ini blusukan dari kampung ke kampung dan bersilaturahmi dengan pemuka masyarakat. Masukan demi masukan itu dirangkai dalam bentuk program kecamatan yang disesuaikan dengan kebijakan ditingkat kota. Program yang berasal dari masukan masyarakat, tentu akan mengena langsung ke masyarakat. Usulan dan masukan itu diterjemahkan ke dalam Nawa Karya Pasti Siaga. Nawa berasal dari bahasa Sangsekerta yang berarti sembilan. Sebab, jumlah tapian dan kelurahan di Kenagarian Pauh IX Kecamatan Kuranji juga berjumlah sembilan. Lantas, apa yang dimaksud dengan Nawa Karya Pasti Siaga itu? Camat Kuranji M. Frengki Willianto menjelaskan, Nawa Karya Pasti Siaga adalah sembilan karya untuk memajukan Kuranji melalui program PASTI SIAGA. PASTI P = Paten, yaitu program pelayanan administrasi yang dipusatkan di Kecamatan, termasuk perizinan. A = Aman, maksudnya adalah meningkatkan keamanan di Kuranji, menekan angka kriminalitas. Tentunya bekerjasama dengan aparat keamanan terkait. S = Sehat, yaitu menciptkan Kuranji sebagai kecamatan sehat yang dimulai dengan program Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Kuranji Peduli Sehat (KPS). Di Kantor Camat dan Kelurahan di Kuranji diharamkan untuk merokok. Sedangkan KPS adalah unjung tombak pelaksanaan kegiatan olahraga. T = Takwa, bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan warga dan generasi muda melalui Pesantren Ramadhan, Wirid Remaja, Didikan Subuh, Subuh Mubarakah, dan Magrib Mengaji. I = Iptek, yaitu pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. SIAGA S = Syariah Niaga, dimana BMT yang ada dimaksimalkan untuk menopang ekonomi kerakyatan. BMT Kalumbuk misalnya, untuk tingkat Kota Padang termasuk BMT terbaik. I = Indah dan Asri, yaitu menciptkan lingkungan yang indah, bersih, dan asri dengan membuat taman-taman di beberapa titik di Kuranji. A = Adat Lestari, yaitu melestarikan nilai-nilai adat budaya Minangkabau. Tentunya ini tidak terlepas dari peran ninik mamak di Kenagarian Pauh IX. Misalnya pelestarian silat tradisional, silat prestasi, randai, dan basurah adat. GA = Galakan Antisipasi Bencana, yaitu semacam penggalakan untuk tanggap darurat bencana. Ini erat kaitannya dengan antisipasi segala bentuk bencana. Misalnya menciptkan Kampung Siaga Bencana yang bekerjasama dengan Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana. Kuranji sebagai daerah zona hijau tsunami, harus bersiap diri sebagai tuan rumah jika sewaktu-waktu terjadi bencana tsunami. Sebab, jika bencana tsunami datang, maka pilihan pertama untuk evakuasi adalah daerah Kuranji dan Pauh.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/bangyahya/membangun-kuranji-dengan-program-nawa-karya-pasti-siaga_54f72f02a33311b3708b466e


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});