English Version!Travel and Tourist Information Sumatera Barat

Pariaman Pada Sumbar Untuk Mempercepat Pembangunan ‘Waterfront City’

Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) meminta pemerintah provinsi (Pemprov) setempat membantu daerah itu untuk percepatan pembangunan kota tepi air atau ‘waterfront city’ yang sedang dilakukan di daerah itu.

“Pariaman merupakan ‘waterfront city’ karena memiliki banyak sungai dan ada laut, jadi dibutuhkan anggaran besar untuk itu,” kata Wali Kota Pariaman, Genius Umar saat mendampingi Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Kontruksi (SDABK) Sumbar untuk melihat sungai dan pantai di Pariaman, Kamis.

Lanjutnya Kepala Dinas SDABK Sumbar datang mengunjungi Kota Pariaman untuk melihat daerah itu secara langsung guna melihat program yang dapat disalurkan ke Kota Tabuik tersebut.

Genius Umar mengatakan pihaknya berharap adanya sinkronisasi antara program Pemerintah Kota Pariaman, provinsi, dan pusat agar pembangunan lebih terpadu untuk mewujudkan daerah itu sebagai kota tepi air.

Genius Umar menyampaikan telah banyak bantuan dari pemerintah pusat, provinsi, pusat dan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V yang berdampak untuk pembangunan kota itu terutama untuk mewujudkan kota tepi air.

Dengan adapun bantuan yang tersebut diantaranya pembangunan objek wisata Talao Pauah dengan konsep kota tepi air yang dana pembangunannya merupakan bantuan dari pemerintah pusat, lalu penatan diSungai Batang Air Pampan yang pembangunannya hingga sekarang masih berlanjut.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Pariaman, Asrizal mengatakan pihaknya membutuhkan bantuan dari provinsi untuk mendapatkan program pembangunan kota tepi air dari berbagai pihak.

“Nanti kalau yang mendorongnya banyakkan bantuan bisa lebih mudah didapat,” ujarnya.

Dengan sementara itu Kepala Dinas SDABK Sumbar, Rifda Suriani mengatakan kunjungan tersebut untuk melihat mana saja yang bisa dibantu pihaknya pascakunjungan Wali Kota Pariaman beberapa waktu lalu untuk meminta bantuan.

“Kalau sekarang kan permasalahan adanya kewenangan, kalau dulu kami banyak masuk,” kata dia.

Selanjutnya pihaknya melihat dulu mana pembangunan yang dapat dibantu untuk Kota Pariaman agar tidak terjadi tumpang tindih program dan tidak terjadi permasalahan aset.

“Kan ada pantai, ada sungai kami lihat kalau ada yang dapat kami bantu kami usahakan,” ujar dia dilansir dari antarasumbar.com.

Rifda Suriani menambahkan jika pihaknya memang tidak bisa maka akan dikoordinasikan dengan BWSS V untuk membantu pembangunan Kota Pariaman.