Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Perbukitan dan Dinginnya Udara di Danau Kembar

Perbukitan dan Dinginnya Udara di Danau Kembar

Perbukitan dan Dinginnya Udara di Danau Kembar
Perbukitan dan Dinginnya Udara di Danau Kembar
Danau Kembar adalah gabungan untuk Danau Diatas dan Danau Dibawah yang berada di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Berwisata di sana bisa memanjakan mata karena keindahan alamnya, jajaran bukit yang bergelombang dan berlembah serta dinginnya udara di sana bisa membuat tubuh ini rileks.
sumatera Barat memang dikenal sangat kaya dengan objek wisata alam yang tersebar pada semua daerah kabupaten maupun kota, salah satunya objek wisata Danau Diatas dan Danau Dibawah yang juga dikenal dengan nama Danau Kembar. Makanya, tidak mengherankan jika Sumbar juga termasuk salah satu daerah tujuan wisata di Indonesia.
Danau Diatas dan Danau Dibawah ini, terletak di kabupaten Solok, atau tepatnya di daerah Bungo Tanjung, Alahan Panjang. Lokasi danau ini sangat strategis dan terletak di atas ketinggian, sehingga menyebabkan suhu udara di kawasan itu sangat dingin. Jadi, bagi pengunjung yang belum terbiasa dengan suhu dingin, bila berkunjung ke sana hendaknya menyiapkan baju hangat untuk menahan hawa dingin yang menusuk.
Dari Kota Padang, lokasi ini berjarak sekitar 65 kilometer dengan melewati jalan penuh tanjakan dan banyak tikungan, sehingga bila kondisi kita kurang fit atau suka mabuk perjalanan, sebaiknya mempersiapkan diri dengan menelan pil anti mabuk. Menjelang sesampainya di tujuan, kita akan menyaksikan pemandangan di kanan kiri jalan yang begitu indah, karena memang 15 km meninggalkan pusat kota Padang, kita akan langsung dihadapkan perbukitan, hutan, dan jurang yang curam.


Begitu sampai di Lubuk Selasih, sekitar 35 km dari pusat kota Padang, kita belok kanan menuju arah Solok Selatan. Tak lama kemudian, kita akan disambar aroma daun teh segar, karena memang kita melewati jalan yang di kiri kanannya terhampar kebun teh yang luas.

Ohh… keperawanan alam dan keaslian budaya yang masih kental di daerah ini, adalah dua potensi yang berpadu menjadi satu sebagai modal pengembangan pariwisata di daerah yang terkenal sebagai penghasil beras kelas satu ini. Dan kini, akses jalan ke objek-objek yang masih tersuruk dalam keterisolasian, termasuk menuju Danau Diatas dan Danau Dibawah sudah cukup banyak.
Jika kamu datang dari arah Solok, kamu bisa langsung menuju Danau Dibawah dari Terminal Bareh Solok. Jalan dari sini memang sedikit sempit, namun pemandangan yang kita saksikan menjelang sampai ke tujuan, amboi…… betapa mengagumkan sekali.
Hingga saat ini Kabupaten Solok masih mengandalkan keindahan alam sebagai modal menjual pariwisata daerah kepada wisatawan, dan upaya untuk terus “menjualnya” kepada para investor tidak pernah berhenti. Dan sebagai kabupaten paling banyak memiliki danau di Sumbar (Danau Singkarak, Danau Diateh, Danau Dibawah dan Danau Talang) Pemkab Solok sepertinya sangat menyadari betul jika daerahnya memang sudah lama dicatat turis mancanegara sebagai daerah yang cantik.
Untuk penginapan, Pemkab Solok menggagas terus berupaya lebih baik dan diposisikan di kawasan Danau kembar serta Danau Talang. Konsep itu disebut konsep Pengembangan Resort Danau Diatas, Danau Dibawah dan Danau Talang.
Bila kita datang dari arah Lubuk Selasih, maka sekitar satu kilo menjelang sampai di rumah makan Bungo Tanjung, kita akan menyaksikan hamparan air Danau Diatas yang membiru. Alam yang sejuk, asri dan segar akan menyambut kedatangan kita untuk melepas ketegangan.
Begitu sampai di simpang masuk menuju danau tersebut, bila belok kanan kita akan langsung menuju Danau Diatas. Namun bila belok kiri, kita akan bertemu dengan Danau Dibawah. Bosan berada di Danau Diatas, anda bisa menuju arah Timur dan menjumpai kembarannya, yakni Danau Dibawah. Disini, panorama yang disajikan juga tak kalah indahnya dengan Danau Diatas. Sambil menikmati buah markisah yang banyak dijual orang di sepanjang jalan menjelang lokasi itu, membuat kita betah untuk berlama-lama berada disana. Dan di dua danau ini, kita bisa menikmati tur keliling danau dengan menggunakan perahu sewa milik masyarakat setempat. Tak puas rasanya untuk beranjak dari Danau kembar dan pemandangan sekitarnya.(*)