Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Pesona Danua Kembar Tak Tergantikan

Danau Diatas dan Danau Dibawah yang sering disebut dengan Danau Kembar merupakan salah satu obyek wisata andalan Kabupaten Solok. Kedua danau yang letaknya berdekatan ini terletak pada dua kecamatan berbeda. Danau Diatas dengan luas sekitar 17,19 Ha terletak di Kecamatan Lembah Gumanti, sementara Danau Dibawah seluas seluas 16,83 Ha berada di Kecamatan Danau Kembar.

Danau Diatas berada pada dataran tinggi Alahan Panjang. Lokasinya sekitar 25 km sebelah timur ibukota Kabupaten Solok Arosuka arah ke Muara Labuh. Danau ini dikelilingi oleh lahan pertanian hortikultura seperti sayur sayuran, buah-buahan seperti markisa dan kesemek. Lokasi wisata ini mudah dijangkau karena berada ditepi jalan raya serta bisa ditempuh dalam waktu sekitar 1 Jam dari Arosuka atau sekitar 1,5 jam dari Padang, ibukota Propinsi Sumatera Barat.

Bila menggunakan angkutan umum, danau ini bisa dicapai dalam waktu 2 jam perjalanan dari terminal Bareh Solok Kota Solok. Jalan raya menuju danau ini mulus dan sepanjang perjalanan anda bisa menikmati pemandangan pedesaan dan perkebunan teh yang indah.
Untuk penginapan juga tersedia fasilitas Convention Hall. Disitu terdapat Guest House, villa, wisma atau penginapan dengan harga yang terjangkau. Lokasinya juga tenang dan jauh dari kebisingan. Convention Hall juga cottage-cottage modern dengan fasilitas yang lengkap dipinggiran danau. Cottage ini bisa disewa secara berkelompok ataupun perorangan.

Sementara Danau Dibawah Danau terletak sekitar 1 km di sebelah selatan Danau Diatas. Lokasinya yang boleh dikata berdampingan dengan Danau Diatas menyebabkan kedua danau ini dikenal dengan sebutan Danau Kembar. Kedua danau ini bisa dilihat secara bersamaan dari puncak suatu bukit yang berada diantara kedua danau. Puncak bukit tersebut dinamakan Panorama Danau Kembar. Disana terdapat sarana wisata yang telah dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Solok untuk memberikan kenyamanan wisatawan dalam menikmati keindahan Danau Kembar.

Danau Dibawah dikelilingi oleh perbukitan dataran tinggi yang berhawa dingin. Hamparan danau ini berada kecamatan Danau Kembar. Penduduk sekitar danau sebagian besar adalah petani. Umumnya mereka menanam tanaman hortikultura sebagai mata pencaharian utama.
Danau Kembar merupakan tempat rekreasi yang sangat mengesankan dengan panorama yang indah serta suasana pedesaan yang sangat asri. Dataran tinggi dan bukit bukit disekitarnya sangat cocok untuk penggemar olahraga travelling, hiking, camping dan juga sebagai tempat rekreasi keluarga. Kota terbesar di daerah Danau Kembar ini adalah Alahan Panjang yang berjarak sekitar 65 km dari Kota Padang. Disini tersedia sarana umum yang cukup lengkap dengan harga terjangkau. Namun sayangnya keindahan alam Danau Kembar tersebut belum mendapat tempat di hati wisatawan lokal dan mancanegara. Ini terbukti dengan masih minimnya jumlah kunjungan wisatawan datang ke daerah ini.

Kamis (16/8) lalu secara terencana pelawak kondang Ucok Baba bersama ulama ibukota Ustad Subkhi Albuguri dan Direktur MLC Mohammad Ichlas El Qudsi berkesempatan mengunjungi Danau Kembar. Mereka sengaja datang untuk membuktikan keindahan alam dan panorama Danau Kembar seperti yang sering mereka dengar dari mereka yang telah datang kesana. “Subhanallah, Ya Allah betapa agung dan maha sempurnanya diri-Mu. Ternyata informasi keindahan alam dan panorama Danau Kembar bukan sekedar isapan jempol. Memang kawasan ini sangat indah dan menyenangkan,” jelas mereka secara bersamaan.

Agar kawasan ini menjadi daerah tujuan wisata Ustad Subkhi Albuguri dan Ucok Baba menyarankan agar Pemkab Solok melakukan penataan dan pembenahan terhadap sejumlah infrastruktur penunjang di kawasan wisata danau kembar. Pasalnya infrastrktur yang ada saat ini kurang terawat secara baik. Bahkan ada gedung dan gazebo yang telah retak dengan kondisi cat yang mengelupas.

Selain itu perlu dibangun sejumlah fasilitas bermain anak-anak untuk menarik anak-anak datang ke kawasan wisata ini. Ketika anak-anak tertarik datang ke danau kembar maka secara otomatis orang tuanya akan mengikuti begitu diajak anaknya ke kawasan wisata. Perlu diprioritaskan membangun tempat bermain anak-anak. Sebab di beberapa daerah seperti di Pulau Bangka obyek wisatanya ramai dikunjungi akibat terdapat fasilitas permainan anak-anak seperti water boom dan lainnya. Kalau hal ini dilakukan Pemkab Solok kita yakin banyak masyarakat yang berkunjung kesana,” jelasnya.

Sementara Direktur MLC Mohammad Ichlas El Qudsi berpendapat untuk meningkatkan daya tarik wisatawan datang ke kawasan wisata Danau Kembar, Pemkab Solok perlu bekerjasama dengan lembaga kesenian anak nagari dan travel wisata. Sebab penampilan seni dan tradisi anak nagari akan menambah daya tarik wisata sebab pengunjung tidak hanya terpaku menikmati keindahan alam ketika berkunjung ke Danau Kembar. Namun mereka juga tertarik melihat penampilan seni dan tradisi anak nagari.

“Bila seni dan tradisi anak nagari bisa ditampilkan secara berkala dan terencana tentunya agen dan travel wisata akan mengarahkan wisatawan berkunjung ke Danau Kembar. (*)