Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Sumbar Jadi Destinasi Wisata Halal Dunia, Wagub: Tiap Daerah Fokus Satu Ikon Wisata


Padang – Keseriusan bupati/walikota sangat menentukan keberhasilan dalam pengembangan pariwisata di daerah. Makanya, pemerintah kabupaten/kota cukup menetapkan satu destinasi unggulan. Cara ini akan lebih mudah mengelolanya daripada mengembangkan seluruh kawasan wisata yang ada di daerah masing-masing.

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit menegaskan, mengembangkan satu kawasan wisata di daerah masing-masing, bukan berarti objek wisata lain dibiarkan. Satu destinasi wisata yang ada di daerah lebih diperioritaskan dengan tetap memperhatikan objek wisata lain yang ada di daerah itu.

“Daerah harus menetapkan satu objek wisata yang bisa dijadikan ikon destinasi di daerah tersebut agar ketika orang membicarakan daerah itu, dalam benak orang objek wisatanya. Seperti Pessel, orang langsung terpikir Mandeh,” sebut Wagub, Kamis 15 Desember 2016.

Nasrul Abit berpendapat, di Agam agar lebih serius mengembangkan objek wisata Linggai. Objek wisata itu harus ditetapkan sebagai ikon wisata di daerah itu dengan mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan agar objek wisata itu cepat berkembang.

Demikian juga dengan objek wisata Danau Diatas Dibawah, Kabupaten Solok. Bupati Solok Yulfadri Nurdin yang hadir dalam kesempatan itu diminta untuk mengembangkan objek wisata dimaksud dan ditetapkan sebagai ikon wisata daerah setempat.

Objek wisata 1000 rumah Gadang yang ada di Kabupaten Solok Selatan juga harus dijadikan sebagai objek wisata yang memadai dikunjungi. Namun persoalannya, infrastuktur jalan ke daerah itu perlu diperbaiki, sehingga kunjungan wisatawan yang akan berkunjung meningkat.

Pemerintah Kabupaten 50 kota pun diminta menetapkan satu destinasi wisata, apakah Kelok 9 atau Harau. Apabila objek wisata Harau dijadikan sebagai ikon wisatanya, jalan ke kawasan itu harus diperlebar.