English Version!Travel and Tourist Information Sumatera Barat

Tiada Pesta Budaya Hoyak Tabuik di2021

Kota Pariaman, Sumatera Barat tahun ini kembali meniadakan kegiatan salah satu pendongkrak pariwisata di daerah itu yakni pesta budaya Hoyak Tabuik karena pandemi COVID-19 masih berlangsung.

“Tabuik belum bisa dilaksanakan karena masih pandemi COVID-19,” kata Wali Kota Pariaman, Genius Umar di Pariaman, Kamis.

Sementara tahun lalu Pariaman juga tidak melaksanakan pesta budaya Hoyak Tabuik karena pemerintah setempat tidak ingin kegiatan yang menjadi ikon daerah itu berujung pada penyebaran COVID-19.

Dengan kegiatan yang mendatangkan ribuan wisatawan ke Pariaman dalam waktu bersamaan itu biasanya dilaksanakan dari 1 sampai 10 Muharram dengan sejumlah rangkaian yang menarik untuk diikuti.

Dengan adapun rangkaian kegiatan tersebut diantaranya maambiak tanah, maambiak batang pisang, turun panja, maantam, maarak jari-jari, maarak saroban, tabuik naiak pangkek, hoyak tabuik, dan yang terakhir tabuik dibuang.

Genius Umar menyampaikan kegiatan itu sebelum pandemi dilaksanakan setiap tahunnya, namun semenjak 2020 tidak dapat diselenggarakan karena pandemi dan saat ini Kota Pariaman berada pada penilaian ‘assessment’ level 3.

Genius Umar berharap seluruh lapisan masyarakat di daerah itu untuk menerapkan protokol kesehatan agar pandemi COVID-19 segera berakhir sehingga kegiatan budaya, sosial, ekonomi, dan agama dapat berjalan seperti biasa.

Sementara Ketua DPRD Kota Pariaman, Fitri Nora mengatakan pesta budaya Hoyak Tabuik merupakan anugerah bidang pariwisata dan ekonomi bagi daerah itu karena dikunjungi oleh wisatawan.

Namun disisi lain, lanjutnya ia memahami kondisi pandemi COVID-19 saat ini yang membuat kegiatan itu tidak bisa diselenggarakan.

“Peraturan zona itu berada di pusat, kalau pemerintah pusat sudah menetapkan Pariaman zona merah maka kita tidak bisa berbuat apa-apa,” ujarnya.

Dengan karena itu, Genius Umar meminta seluruh lapisan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat agar pandemi dapat berakhir sehingga kegiatan itu dapat dilaksanakan kembali.

“Kalau bisa Pariaman jadi zona hijau. Semoga ada kegiatan lain setelah tabuik bisa diselenggarakan,” tambahnya dilansir dari antarasumbar.com.