Tokoh Masyarakat Akabiluru Lima Puluh Kota Apresiasi Kesederhanaan Irfendi


Lima puluh kota – Tokoh masyarakat Akabiluru mengapresiasi kesederhanaan Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi. Ia berharap, kebersahajaan yang ditunjukan pemimpin daerah ini dapat ditiru para pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Limapuluh Kota.

“Saya melihat Bupati Irfendi Arbi adalah seorang pemimpin yang sederhana. Kemana-mana, sang Bupati itu hanya memakai kendaraan dinas biasa-biasa saja yang banyak dipakai berbagai kalangan.

Padahal, bupati bisa saja memakai mobil yang mewah,” ungkap Bahrul Idial tokoh masyarakat Akabiluru dalam sambutannya pada acara serahterima jabatan (sertijab) Camat dan Ketua TP-PKK Akabiluru disaksikan Bupati Irfendi Arbi dan Ketua TP-PKK Kabupaten Limapuluh Kota Ny. Monalisa Irfendi Arbi di halaman kantor camat setempat, Selasa (17/1/2017).

Kesederhaan Bupati itu, kata Bahrul, hendaknya bisa menjadi contoh bagi aparatur di daerah ini. Dengan tampil sebagai sosok yang biasa-biasa saja, bisa dipastikan pemimpin tersebut akan lebih dekat dengan masyarakat.

Kita berharap kesederhanaan Bupati ini bisa menjadi contoh dan menginspirasi kita termasuk masyarakat di Kecamatan Akabiluru ini,” ulang Bahrul.

“Menjalankan amanah itu bukanlah pekerjaan ringan, Karenanya, laksanakanlah amanah tersebut dengan benar sesuai peraturan perundangan-undangan agar nantinya tidak berurusan dengan hukum,” tutur Irfendi.

Selain jujur, Irfendi juga meminta aparatur di daerah ini lebih mendahulukan kepentingan umum ketimbang urusan pribadi atau golongan. Untuk transparansi, Irfendi meminta semua jajaran pemerintah termasuk nagari agar menampilkan kegiatannya di depan umum.

Dalam kesempatan itu Irfendi juga mengingatkan, semua pihak untuk mempererat persatuan dan kesatuan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap hal-hal yang akan memecah belah dan menggganggu keutuhan NKRI.

Sementara Ketua TP PKK Kabupaten Limapuluh Kota Ny. Monalisa Irfendi Arbi dalam arahannya menyebut salah satu persoalan yang dihadapi TP PKK adalah masalah sumberdaya manusia PKK yang belum merata dan banyak program PKK yang belum dipahami. Selain itu juga persoalan masih lemahnya koordinasi dengan semua sektor, serta belum meratanya informasi dan saran penunjangnya.

“Gerakan PKK adalah gerakan nasional dalam pembangunan masyarakat yang tumbuh dari bawah yang pengelolanya dari masyarakat oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Kita akui sumberdaya manusia PPK itu belum memadai, masih lemahnya koordinasi dengan semua sektor dan lainnya,” ungkap Monalisa.

Monalisa berharap tahun 2017 ini PKK Kabupaten Limapuluh Kota mampu menunjukan prestasinya minimal di tingkat Provinsi Sumatera Barat.

(minangkabaunews)