English Version!Travel and Tourist Information Sumatera Barat

Wisata Peternakan Sapi Ikut Dipromosikan di MTM Padang Panjang

Usaha ternak sapi perah merupakan kegiatan agribisnis yang telah banyak digeluti oleh peternak di Indonesia. Kegiatan usaha ternak sapi perah tersebut didominasi oleh usaha peternakan rakyat. Sebagian besar kegiatan usaha peternak sapi perah rakyat ini diusahakan sebagai usaha sambilan, padahal jika dikelola dengan baik ini dapat menjadi sumber penghasilan utama bagi peternak karena memberikan nilai tambah pendapatan.

Padang Panjang merupakan daerah yang paling banyak menyumbang jumlah populasi sapi perah untuk Sumatera Barat dimana jumlah populasi mencapai 264 ekor pada tahun 2014 sehingga daerah ini menjadi salah satu sentra pengembangan ternak sapi perah. Menurut data Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Sumatera Barat (2015) populasi sapi perah di Kota Padang Panjang menempati urutan pertama, dengan jumlah sapi perah 264 ekor.

Daerah Kota Padang Panjang terdapat 9 kelompok tani yang mengusahakan ternak sapi perah. Dari 9 kelompok tani usaha sapi perah tersebut, saat inibaru 60 persen diantaranya sudah memproduksi susu, salah satunya yaitu usaha peternakan sapi perah Lembu Alam Serambi yang telah berdiri semenjak tahun 2006 yang lalu.

Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar), mempromosikan usaha peternakan sapi perah sebagai sebuah wisata edukasi dalam Minangkabau Travel Mart (MTM) ke-4.

“Padang Panjang akan jadi pusat pertemuan pelaku bisnis pariwisata yang dinamai MTM. Usaha peternakan sapi perah adalah salah satu yang akan kami promosikan,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata Padang Panjang, Dalius di Padang Panjang, Rabu.

Minangkabau Travel Mart adalah kegiatan yang digelar oleh Asosiasi Profesional Pariwisata Indonesia (Asppi) Sumbar untuk mempromosikan pariwisata daerah itu dengan mempertemukan para pelaku di bidang tersebut seperti biro perjalanan, hotel, restauran dan lainnya.

Dijadwalkan MTM ke-4 dilaksanakan pada 2 sampai 5 Oktober 2018 dengan mengangkat tema “Heritage and Creative Industry”.

Dalius menerangkan, dipilihnya daerah itu sebagai pusat kegiatan dapat makin membuka peluang berkembangnya usaha pendukung pariwisata.

“Tema tersebut cocok dengan Padang Panjang yang memiliki sejarah kuat dan sejalan dengan usaha pemkot menumbuhkan industri kreatif di sini. Contohnya barang kerajinan dan produk olahan susu sapi, cocok dijadikan oleh-oleh,” katanya.

Di samping wisata edukasi ke usaha peternakan sapi perah, pihaknya juga akan mempromosikan produk lainnya berupa atraksi seni, wisata religi dan kuliner tradisional.

Menurutnya, sebagi pusat kegiatan sudah seharusnya kesempatan itu dimanfaatkan semaksimal mungkin karena para pelaku pariwisata yang akan membawa calon tamu berwisata akan hadir langsung untuk melihat keunggulan pariwisata di daerah.

Sumber: sumbar.antaranews.com, sumbar.travel