English Version!Travel and Tourist Information Sumatera Barat

Wisatawan Kota Bukittinggi Mulai Bergairah

Wisatawan berlibur ke Kota Bukittinggi sudah mulai terlihat ramai meski tingkat kunjungan wisatawan tidak seperti sebelum pandemi Covid-19.

“Saya perhatikan, sejak Sabtu atau malam Minggu kemarin, wisatawan lokal maupun dari daerah provinsi tetangga seperti Riau dan Jambi sudah memanfaatkan waktu liburnya ke Bukittinggi. Lokasi rekreasi pusat kota pun seperti Pasar Atas dan taman Jam Gadang sudah terlihat agak ramai,” ujar seorang warga Kota Bukittinggi, Zulefrimen kepada media ini di kota itu, Mingggu malam (26/6) dilansir dari Metrokini.com.

“Ya, dibanding awal-awal pandemi dulu, kendaraan-kendaraan pribadi di area parkir penginapan dalam Kota Wisata ini terlihat sepi. Namun, kini kendaraan-kendaran pribadi berasal dari luar kota tersebut sudah ada yang beristirahat di area parkir setiap hotel,” katanya.

Salah seorang warga kota lain, senanda dengan Zulefrimen, Don, mengakui memang geliat kota wisata itu mulai tampak. Hal ini terlihatnya para pengunjung sudah memanfaatkan waktu liburnya datang ke Bukittinggi.

“Malam Minggu kemarin, saya bersama keluarga juga lewat di sekitaran Taman Jam Gadang dan Pasar Atas. Disana, para wisatawan telihat agak ramai dibanding hari-hari libur sebelumnya. Selain ramainya wisatawan, pedagang-pedagang yang menjual berbagai aksesories, pakaian, oleh-oleh dan kuliner juga terlihat bersemangat melayani konsumen,” sebut pria yang juga pegawai rumah sakit swasta di kota itu.

Zulefrimen mengatakan, dilokasi rekreasi Kota Wisata Bukittinggi itu, meski saat ini masih suasana pandemi Covid-19, wisatawan maupun pedagang tidak lupa menerapkan prosedur kesehatan yakni selalu terlihat memakai masker.

Memantau media ini sejak Malam Minggu kemaren hingga Minggu sore tadi, tidak ajuh berbeda dengan apa yang disampaikan dua warga kota tersebut diatas. Wisatawan dari daerah tetangga menghabiskan waktu liburnya memang terlihat. Hal tersebut dibuktikan adanya kendaraan-kendaraan pribadi yang parkir di area perparkiran hotel yang ada. Bahkan juga terlihat beberapa bus pariwisata silih berganti datang dan pergi di dalam Kota Wisata itu.

“Bukittinggi jelas sebagai Kota Wisata, Kota Perjuangan dan Kota Sejarah. Jadi, seandainya disekeliling kota ini dipagar bagaikan tembok Berlin, orang-orang yang ingin datang ke Bukittinggi akan memanjat tembok itu agar bisa masuk ke dalam kota. Kini tergantung, Pemeritah Kota (Pemko) Bukittingginya, bagaimana memanage agar Kota Wisata ini semakin dibenahi guna menyambut tamu yang datang,” ujar seorang pelaku Wisata Irwan Baharudin menimpali.

Menurut pria pelaku seni ukir dan Pengurus Komunitas Cendikia Minangkabawi Bukittinggi itu, salah satu contoh membenahi bidang wisata agar semakin punya daya tarik tersendiri adalah menempatkan orang berlatar belakang wisata di SKPD terkait.

“Jika menempatkan pejabat berlatar belakang wisata di SKPD terkait, tentunya dia mengetahui bagaimana wisata di Bukittinggi semakin punya daya tarik tersendiri dan mengetahui bagaimana membenahi objek-objek wisata yang selama ini sudah ada. Bahkan tidak dipungkiri, akan mampu membuat objek-objek wisata baru agar pengunjung tidak bosan menghabiskan waktu liburnya ke Bukittinggi,” sebut Irwan seraya menambahkan, kalau Pemko menempatkan orang yang tepat di SKPD terkait itu, capaian Bukittinggi Hebat ksusus sektor wisata tersebut pastinya bakal terwujud.

Selain itu, sebagaimana diketahui dalam 100 hari progres kinerja Walikota Bukittinggi Erman Safar di sektor Kepariwisataan, Seni Budaya dan Olahraga diantaranya telah terlaksana pembentukan kelompok diskusi pelaku wisata dan pengukuhan salah satu organisasi pelaku industri wisata.

Sementara itu juga, sebagaimana diketahui dalam 100 hari progres kinerja Walikota Bukittinggi Erman Safar di sektor Kepariwisataan, Seni Budaya dan Olahraga diantaranya telah terlaksana pembentukan kelompok diskusi pelaku wisata dan pengukuhan salah satu organisasi pelaku industri wisata.