Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Wisatawan Malaysia menyaksikan konservasi Penyu Pulau Pandan

Kawasan konservasi penyu Pulau Pandan, Padang, Sumatera Barat diperkenalkan kepada wisatawan Malaysia melalui rangkaian acara Farm Trip yang diselenggarakan atas kerja sama Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia Kota Padang (ASPPI) dengan Dinas Pariwisata, Kamis.

“Kawasan konservasi penyu Pulau Pandan memiliki tiga jenis penyu yang selalu singgah di sepanjang perairan ini yaitu penyu sisik, penyu hijau dan penyu belimbing,” ucap petugas konservasi penyu Pulau Pandan, Andre.

Ia menyampaikan konsep pengembangan yang dilakukan adalah pengembangan biotanya sehingga wisatawan bisa menikmatinya berdasarkan minat khusus yaitu dengan harga yang murah tetapi kepuasan sesuai dengan minat masing masing.

Pelepasan penyu dilaksanakan menjelang matahari terbit dan terbenam karena penyu akan berkurang daya instingnya ketika terlalu banyak cahaya. Selain itu, penyu tidak menyukai yang berbau sehingga wisatawan diharapkan tidak memakai parfum,sabun, sampho dan lainnya.

Kawasan konservasi penyu pulau Pandan menjalankan Undang Undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya hayati dan ekosistemnya yang melarang melakukan pengambilan dan perdagangan penyu, telur, bagian tubuh dan produk turunannya yang divonis lima tahun dipenjara atau denda R 100 juta.

Wisatawan Malaysia Tae Pek Can mengatakan tempat wisata seperti ini harus dikembangkan dengan baik, tidak hanya biotanya saja namun kebersihan pantai juga harus diperhatikan agar konservasi ini bisa dikunjungi dan dibantu oleh perusahaan besar dalam perkembangannya.

14 wisatawan asal Malaysia ini terdiri atas jurnalis, bloger, youtuber dan agen biro perjalanan sebelumnya sudah melakukan perjalanan di tempat wisata Padang lainnya.

Setelah mengunjungi kawasan konservasi penyu Pulau Pandan wisatawan ini diajak untuk berbelanja cendramata khas Minang dan makan malam bersama.

Sumber: sumbar.antaranews.com